Kamis, 26 Januari 2023

Destinasi Perjalanan Menuju Desa Ngadipuro

Traveling tidak harus selalu pergi ke tempat yang indah dan mahal saja. Berpergian ke desa terpencil dan berinteraksi dengan penduduk lokal menghadirkan kenangan tersendiri yang tak terlupakan. Kisah ini bukan traveling yang seperti orang lain lakukan, lebih tepatnya ini KKN atau Kuliah Kerja Nyata yang merupakan salah satu mata kuliah wajib yang ada di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung).

Pada kesempatan KKN Gelombang 1 tahun 2023 kali ini saya mendapat tugas sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) di Desa Ngadipuro, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar. 

***

Rabu (25/01/2023). Pukul 06.00 saya buka WA Grup KKN Ngadipuro 1, saya ketik chat di laman grup "mohon saya dikirimi serlok Balai Desa Ngadipuro." Jeda beberapa menit muncul kiriman serlok dari salah satu mahasiswa, yaitu Mas Labib.

Pukul 08.30 saya berangkat menuju ke Desa Ngadipuro ditemani motor Honda Vario 150. Sambil memandangi google map saya pun terus berkendara. Di sepertiga perjalan kami mulai disuguhkan dengan jalan yang menanjak dan sangat rusak. Meski demikian saya tetap enjoy menikmati perjalanan.

Tidak lama kemudian saya pun terkesima melihat pemandangan alam sekitar. Saya pun memandangi lukisan alam yang langsung di gambar oleh sang Maha Pencipta. Pemandangan ini saya lihat nampak seperti bukit teletubies, ya karena bukit ini terlihat sangat hijau dan membentuk gundukan-gundukan semacam bukit. Saya pun sejenak meminggirkan motor dan mencoba menikmati pemandangan ini. Tentunya tidak lupa dong saya foto pemandangan ini. Hehe.

Perjalanpun saya lanjutkan, sampailah saya di Kecamaran Wonotirto. Jarak Desa Ngadipura dengan Kecamatan Wonotirto kurang lebih 8 km.

Desa Ngadipuro merupakan wilayah yang terdiri dari pemukiman penduduk, tanah tegalan, perkebunan rakyat, lahan persawahan dengan luas wilayah desa 1.859.660 Km atau 1.859.660 Ha. Dimana seluas 989.567 Ha adalah pemukiman penduduk dan sisanya adalah lahan kering & areal persawahan. Wilayah desa Ngadipuro dilewati sungai Serit sepanjang 5 km.

Saya perhatikan sekilas Desa Ngadipuro. Bukan desa yang terpencil, tapi memang aksesnya naik turun karena daerah dataran tinggi. Jalannya beraspal, tapi rusak berat. Penduduk setempat menyebutnya dengan Jelongan Sewu. Ya, karena jalan ini banyak lubangnya. Inilah yang menjadikan keseruan destinasi perjalanan saya. 


Sambil menikmati jalanan yang rusak dan berlubang saya terus berkendara menyusuri jalalan menuju ke Balai Desa ngadipuro melalui google map. Wal hasil alih-alih saya tidak sampai ke Balai Desa, malah saya blusukan di kebun kelapa. Perasaan saya pun merasa tidak enak, jangan-jangan serloknya salah ini. Saya pun mencoba menghubungi Mas Rofiq, ketua kelompok KKN Ngadipuro 1. Saya telpon via VC, mas, benar ini to jalan ke arah balai desa? Dan benar dugaan saya. "Ngapunten pak, itu tadi serloknya yang dikirim salah, itu tadi serloknya menuju posko pak. Coba jenengan lihat google map terbaru yang sudah dishare di grup". Lah dalah, benar dugaan saya. Saya pun langsung membuka WA Grup membuka serlok terbaru, dan saya langsung putar balik menuju ke arah Balai Desa sesuai serlok.

Alhamdulillah, tepat pukul 10.18 WIB saya tiba di Balai Desa Ngadipuro. Molor 18 menit dari jam yang seharusnya, ya karena tadi kesasar blusukan ke kebun kelapa. Hehe. Tiba di Balai Desa, saya pun langsung menginterogasi salah satu mahasiswa yang sudah salah mengirimkan serlok ke saya.

Pada kesempatan tugas DPL kali ini saya didampingi oleh Ibu Arina Husna Zaini selaku DPL 2 Desa Ngadipuro. Beliau sudah duduk manis di kursi depan menunggu kedatangan saya. Tepat jam 10.30 MC pun mengambil kendali acara pembukaan KKN. Acara pembukaan diawali dengan bacaan surah Al-Fatihah. 

Setelah MC selesai membuka acara, dilanjukan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. Acara selanjutnya yaitu sambutan. Kesempatan pertama diberikan kepada Kordes KKN Ngadipuro. Dalam sambutannya mas Lutfi Dwi Kurniawan selaku Kordes menyampaikan perihal tujuannya berada di Desa Ngadipuro, sekaligus secara tidak langsung ingin bersilaturahim dengan warga di desa ini. Mas Kordes menyampaikan tujuan teman-teman mahasiswa berada di sini adalah untuk melaksanakan KKN, sebagai salah satu mata kuliah wajib yang harus kami tempuh, dan juga sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, adapun nanti akan ada berbagai program kerja yang akan disusun atas sepengetahuan dan seijin pihak desa. Beliau juga berharap program kerja yang dibuat nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat desa Ngadipuro pada umunya dan pembelajaran bagi teman-teman mahasiswa pada khususnya. 

Mbak MC kembali memegang kendali, kesempatan kedua diberikan kepada saya selaku DPL 1 KKN Ngadipuro. Segera saja saya memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan. Dalam hal ini saya menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak desa Ngadipuro yang telah memberikan wadah atau tempat untuk melaksanakan pengabdian. Saya juga berpesan kepada peserta KKN agar selalu menjaga sopan santun dan dapat berbaur dengan masyarakat Desa Ngadipuro dengan baik. Terakhir saya menyerahkan teman-teman mahasiswa KKN Ngadipuro 1 dan 2 kepada Bapak Kades.

Kesempatan berikutnya diberikan kepada Bapak Eko Wahyudi, selaku Kepala Desa Ngadipuro. Dengan pidato singkat bapak kepala desa, ia memaparkan gambaran kondisi desa terkait dan memberikan semangat motivasi kepada para mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat.

Beliau berharap agar kedatangan kelompok KKN ini membawa perubahan pada Desa Ngadipuro. “Saya harap untuk adek-adek KKN ini bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh desa Ngadipuro” katanya.

 

Semoga, dengan adanya acara pembukaan ini memberikan awal yang baik dalam memulai kegiatan KKN di Desa Ngadipuro.

Senin, 21 November 2022

DZIKIR, FIKIR, DAN AMAL SHOLEH

Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh bukan hanya sekadar identitas pergerakan. Sisi spiritual dan sosial tak boleh terpisah, bagaikan dua sisi mata uang. Tidak cukup hanya dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah kita beribadah, seperti ritual shalat, tetapi ibadah sosial lainnya wajib dilakukan.

Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini terjadi kerena sebuah sebab-akibat, baik yang terstruktur maupun non struktur, baik yang bersifat rasional atau non-rasional. Inilah kemudian yang disebut Law Of Attraction. 

Namun, untuk menanam nilai-nilai Religiuitas dan Spritualitas kedalam akal-fikiran kita membutuhkan ke-imanan atau keyakinan yang kuat untuk merespon suatu sebab akibat yang diluar nalar akal-fikiran.

Sebagai hamba yang patuh terhadap Tuhan-Nya, tidak ada alasan untuk berpaling dari perintah-Nya. Namun perlu diketahui bahwa untuk bisa berbuat amal sholeh dibutuhkan iman yang kuat sebagai motor untuk menggerakan anggota tubuh supaya beramal sholeh.

Ketika amal perbuatan tanpa didasari iman, maka akan berubah aplikasi, yakni menjadi amal salah. Ingat!, bukan amal sholeh, tapi amal salah. Jadi, pertama kali yang dilakukan oleh seorang hamba untuk bisa melahirkan amal sholeh adalah dengan mengasah iman dan terus memperbaharuinya.

Sebetulnya kalau kita patuh dan menyelami makna dan hakikat Tri Motto PMII yang pertama (Dzikir), kemudian dilanjudkan yang ke dua (Fikir), maka ke-imanan kita ter asah dan meningkat.

Karena itulah, ulama sepakat bahwa iman bisa bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Sedangkan Dzikir dan Fikir merupakan bentuk ibadah atau ketaatan. Bukti kongkrit jika ketaatan menjadikan iman bertambah atau meningkat. Keterangan Sayyidina Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengajak masyarakat untuk taat kepada Allah dengan ajakan untuk menambah iman.
هَلُمُّوا نَزْدَدْ إِيمَانًا

“Mari kesini kalian, kita akan menambah iman.”

Maksudnya adalah melakukan kajian atau ketaatan lainnya. Dari sinilah seorang warga pergerakan di wajibkan agar selalu mengadakan kajian-kajian, terutama materi tentang tri logi PMII dan ke-Aswajaan agar iman meningkat, sehingga ber implikasi kepada lahirnya amal sholeh.

Tapi situasi dan kondisi yang terjadi saat ini adalah keringnya ghiroh para kader untuk melakukan hal itu sudah mulai pudar, lebih-libih jika sudah menjadi pengurus. 

Padahal, sebetulnya jika kita memahami posisi yang di tempati oleh pengurus merupakan post yang paling urgen dan strategis untuk melakukan Kajian-Kajian sehingga menjadikan motivasi tersendiri buat kader dan anggota.

Senin, 07 Februari 2022

KESEKIAN KALINYA MENJADI DPL KKN



Kali ini kami mendapatkan kesempatan lagi dari Kampus tempat bekerja untuk membimbing mahasiswa dalam suatu kegiatan terkait dengan prosesi akademik yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selaku dosen tetap yang memang bekerja di Kampus tersebut, tentu saya menyambutnya dengan baik kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh instasi pendidikan tinggi terbesar di Tulungagung ini.

Maka, setelah mendapat surat tugasnya, bersama mahasiswa dan mahasiswi dipersilakan untuk mengikuti pembekalan secara daring yang di selenggarakan oleh LP2M. Ya, tugas yang diberikan adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 1 tahun 2022 yang dilaksanakan selama 1 bulan di daerah yang telah di tunjuk oleh pihak UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pada kesempatan kali ini kami mendapat tugas membimbing KKN di Desa Campurdarat, Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung.

Mendapatkan tugas sebagai pembimbing sebenarnya bukanlah yang pertama kalinya, karena KKN selalu di laksanakan oleh kampus pada setiap tahunnya, sudah cukup lama selalu mendapat kepercayaan untuk membimbing mahasiswa. Alhamdulillah kami bersyukur telah memiliki pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di kampus ini.

Kami selaku DPL bersama mahasiswa mengikuti pembekalan dengan baik, keesokan harinya acara dilanjut dengan pelepasan mahasiswa ke lokasi tempat mereka semua mengabdi yang di lepas secara resmi dan dipimpin langsung oleh Bapak Rektor dan unsur pimpinan lainnya. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan baik.


Menjadi seorang DPL tentu memiliki tugas dan kewajiban. Tugas DPL yaitu membimbing mahasiswa dalam setiap langkah operasional kegiatan KKN. Tugas tersebut mulai dari orientasi, memperlancar proses pendekatan sosial ke masyarakat, membangun timbulnya kreatifitas, menampung permasalahan dan hambatan yang dihadapi, memantau, mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi kegiatan, membimbing pembuatan laporan, melakukan penilaian, dan melakukan evaluasi.

Selain melaksanakan tugas-tugas tersebut, tentunya bersedia menjadi seorang DPL berarti juga harus siap dengan beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu menyusun laporan tertulis mengenai kegiatan khusus dan kegiatan pembimbingan mahasiswa KKN yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya. Karena kewajiban tersebut merupakan persyaratan dalam rangka untuk memperoleh hak kita sebagai DPL yang telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Sangatlah besar harapan tersimpan di hati, agar pelaksanaan KKN kali ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang tentunya berakhir dengan membuahkan hasil karya, prestasi, kebermanfaatan dan kenangan yang baik.

Alhamdulillah, puji serta syukur kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta, karena berkat dari pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang tidak hanya sekali, baik masa sebelum pandemi maupun setelah pandemic Covid-19, permasalahan apapun yang dihadapi seolah terasa ringan, enteng, dan mudah terselesaikannya.


Akhir dari sebuah cerita kehidupan terungkap kata: “Jika gajah mati meninggalkan gadingnya, jika harimau mati akan meninggalkan belangnya, kucing meninggalkan meongnya, sedangkan manusia akhir dari perjalanannya meninggalkan karya, prestasi, dan amal baiknya.”

Semoga kita semua senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kelancaran, kesehatan dan kesuksesan dalam segala aktivitasnya oleh Allah SWT. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.

 

Rabu, 08 September 2021

AMANAH DAN TANGGUNG JAWAB MENJADI DPL

 



Suatu hari, kami mendapat tugas dari Kampus tempat bekerja untuk membimbing mahasiswa dalam suatu kegiatan terkait dengan prosesi akademik yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selaku dosen tetap yang memang bekerja di Kampus tersebut, tentu saya menyambutnya dengan baik kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh instasi pendidikan tinggi terbesar di Tulungagung ini.

Maka, setelah mendapat surat tugasnya, bersama mahasiswa dan mahasiswi dipersilakan untuk mengikuti pembekalan secara daring yang di selenggarakan oleh panitia. Ya, tugas yang diberikan adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Virtual Dari Rumah (KKN-VDR) yang dilaksanakan selama 1 bulan di daerah yang telah di tunjuk oleh pihak UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Mendapatkan tugas sebagai pembimbing sebenarnya bukanlah yang pertama kalinya, karena KKN selalu di laksanakan oleh kampus pada setiap tahunnya, sudah cukup lama selalu mendapat kepercayaan untuk membimbing mahasiswa. Alhamdulillah kami bersyukur telah memiliki pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di kampus ini.

Kami selaku DPL bersama mahasiswa mengikuti pembekalan dengan baik, keesokan harinya acara dilanjut dengan pelepasan mahasiswa ke lokasi tempat mereka semua mengabdi yang di lepas secara resmi dan dipimpin langsung oleh Bapak Rektor dan unsur pimpinan lainnya. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan baik.

Menjadi seorang DPL tentu memiliki tugas dan kewajiban. Tugas DPL yaitu membimbing mahasiswa dalam setiap langkah operasional kegiatan KKN. Tugas tersebut mulai dari orientasi, memperlancar proses pendekatan sosial ke masyarakat, membangun timbulnya kreatifitas, menampung permasalahan dan hambatan yang dihadapi, memantau, mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi kegiatan, membimbing pembuatan laporan, melakukan penilaian, dan melakukan evaluasi.

Selain melaiksanakan tugas-tugas tersebut, tentunya bersedia menjadi seorang DPL berarti juga harus siap dengan beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu menyusun laporan tertulis mengenai kegiatan khusus dan kegiatan pembimbingan mahasiswa KKN yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya. Karena kewajiban tersebut merupakan persyaratan dalam rangka untuk memperoleh hak kita sebagai DPL yang telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Sangatlah besar harapan tersimpan di hati, agar pelaksanaan KKN berikutnya dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang tentunya berakhir dengan membuahkan hasil karya, prestasi, kebermanfaatan dan kenangan yang baik.

Alhamdulillah, puji serta syukur kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta, karena berkat dari pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berkali-kali, baik masa sebelum pandemi maupun setelah covid-19, permasalahan apapun yang dihadapi seolah terasa ringan, enteng, dan mudah terselesaikannya.

Akhir dari sebuah cerita kehidupan terungkap kata: “Jika gajah mati meninggalkan gadingnya, jika harimau mati akan meninggalkan belangnya, kucing meninggalkan meongnya, sedangkan manusia akhir dari perjalanannya meninggalkan karya, prestasi, dan amal baiknya.”

Semoga kita semua senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kelancaran, sehat dan kesuksesan dalam segala aktivitasnya oleh Allah SWT. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.


Sabtu, 07 Agustus 2021

CONTOH TEKS MC WALIMATUL 'URSY BASA JAWA


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله عَلَى مَا أَكْمَلْتَ لَنَا مِنْ دِيْنِ الإِسْلاَمِ، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب اليه، ونعوذ بالله  من سرور أنفسنا ومن سّيئات أعمالنا، من يهد الله فلا مضلّ  له  ومن يضل له  فلا هادي  له .أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمّدا عبده ورسوله. وقال الله تعالى في القران العظيم "أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، ومن أيته ان خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة و رحمة، إن فى ذلك لأيت لقوم يتفكرون. فَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ. صدق الله العظيم وصدق رسول الله الكريم .أما بعد…

Dumateng para alim ulama ingkang tansah kawula ta’ati, dumateng para sesepuh lan pinisepuh ingkang tansah dahat kinabekten, para penderek pinanganten kakung / putri saking tlatah ………… ugi para tamu undangan kakung sumawana putri ingkang satuhu dahat kinurmatan.

Minangkani purwokaning atur, kawulo ngajak dumateng kawulo pribadi, lumeberipun dumateng panjenengan sami, sumonggo kito sesarengan ngaturaken raos puji tasakur wonten ngarsonipun Alloh SWT kanti Biqaulina Alhamdulilahirabbil ‘Aalamiin katitik wonten kalodangan puniko kito saget hanglogar aken penggaleh kempal manunggal wonten dalem pahargian/pawiwahan meniko, kanti pengajap soho hamungel raos hangestrani wontenipun adicoro Walimatul ‘Ursy kanti pinayungan karaharjan mboten wonten alangan setunggal punopo.

Sholawat sinareng salam mugi tansah kunjuk katur wonten ngarso dalem junjungan kito nabiyuloh Nabi agung Muhammad SAW,  mugi-mugi kito sedoyo kalebet umat ingakang bade angsal syafa’at ipun wonten yaumil akhir. Aamiin

Dumateng para tamu undangan kakung sumowo putri ingkang tansah dahat kinurmatan, wonteng ing wismo pawiwahan menika, selaku pranoto adiccoro wonten ing enjang menika, pramila kawula badhe ngaturaken menggah ingkang dados rantamaning adicoro ingkang sampun rinacik inggih punika:

1.             Atur pambuka

2.             Waosan ayat2 suci Al-Quran

3.             Atur pasrah lan panampi

4.             Wedhar sabdo (Mauidhoh Hasanah)

5.             Do’a

 

Mekaten menggah tata rakiting adicara pawiwahan ingkang sampun rinakit. Kanthi lilaning penggalih, sumonggo kulo dereaken adichoro ingkang binukho, kanthi waosan suratul fatihah, ing panganjad mughiyo lampahing adicara pawiwahan meniko awit purwo dumugining wusono tansah pinaringan rahayu tebih nir ing sambikolo, ugi pikantuk ridho saking Allah SWT, lan khususipun dhumateng pinangantin sarimbit mugi2 dipun dadosaken keluargo ingkang sakinah, mawaddah wa rahmah.

LI RIDLOLLOH WA BISYAFA'ATI ROSULILLAH WA 'ALA HADZIHIN NIYAH AL-FATIHAH

Dumawah adicara ingkang angka kalih inggih punika waosan kitab suci al-Qur’an, ingkang badhe kaaturaken dening panjenenganipun Ust. .............................. Wekdal kasumanggaaken.

 صَدَقَ اللهُ العَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ

Kanthi waosan kolowau mughiyo tansah lumeber barokah lan manfaat, khususipun dumateng Qori’, lan umumipun sumrambah dumateng kawula, dalah panjenengan sami.

Para rawuh kakung sumawana putri ingkang dahat kinurmatan

Kalajengaken adicara ingkang angka tiga, inggih punika atur pambagya pasrah pinanganten putra saking panjenenganipun bapak ........................ saking tlatah .................... ingkang sulih saliro, ingkang piniji wekdal soho panggenan kaaturaken.

Kanthi prastawa cetha wijang wijiling pangendikan atur pambagya pasrah saking kadang besan, sarono badhe katampi dening keluarga bapak ....................... ingkang mangku gathi. Anamung kandek wonten samudyaning jonggo, ing puniko dipun sulih saliro dhumateng panjenenganipun Bapak ............................., wekdal kasumanggaaken.

Kanthi tatas tetes lan titisipun lampahing adicoro awit purwo dumughining madyo puniko, mboten ingkang kalempit, adicara dereng dumawah paripurno, sak lajengipun sumonggo kita midangetaken wedhar sabda ingkang tumuju kesaenan, (+ saha barokah Do’a) ingkang badhe dipun dawuhaken dening panjenenganipun al-mukarom ...................................... Wekdal kaaturaken.

Mekaten kala wau kanthi purnaning do’a, adicara pahargyaan pawiwahan walimatul ‘Ursyi wonten ing palenggahan punika sampun dumugining wusana, mugi2 kitha sedaya tansah pinaringan rahayu, wilujeng, slamet widada nir ing sambikala, lan khususipun dumateng pinanganten sarimbit mugi2 kaliyan Allah SWT dipun dadosaken kaluarga ingkang sakinah, mawadddah, warohmah. Saking kawulo ingkang piniji pambiwara tata adicara, menawi wonten kekirangan saha kekhilafan ingkang mboten nuju prana mungguhipun sastra, basa tuwin subasita, awit purwa dumugining madya, dalah nyuwun agunging samudra pangaksami.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Minggu, 09 Mei 2021

SILATURRAHMI DI TENGAH PANDEMI: MEMENTINGKAN KESELAMATAN, BUKAN MEMENTINGKAN TRADISI

Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah masih dirayakan di tengah situasi pandemi COVID-19, sama seperti tahun lalu, di mana saat silaturahmi dilakukan tidak ada sentuhan atau pelukan antar-manusia.

Tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya yang dipenuhi energi baik silaturahmi tatap muka, tahun ini masyarakat masih harus menggantikan permintaan maaf melalui pesan teks atau video. 

Selain itu, takbir keliling atau pun spanduk-spanduk perayaan Idul Fitri tampaknya juga ditiadakan dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kita semua merasakan bahwa perayaan Idul Fitri kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mungkin yang sebelumnya kita merayakan lebaran dengan berpakaian baru, dengan hidangan yang serba enak, akan tetapi pada Idul Fitri tahun ini kita dianjurkan untuk merayakannya secara sederhana dan hanya dengan keluarga yang serumah.

Pada saat bersamaan, tradisi lebaran juga diartikan sebagai momen bersilaturahmi, bertatap muka, serta saling bermaaf-maafan dengan sanak saudara, tetapi ada yang luput dari pengertian silaturahmi pada tataran spiritualitas. Imam Al-Ghozali dalam maqolahnya pada kitab Ihya ’Ulumuddin mengatakan bahwa esensi silaturahmi itu bukan pada bertemu secara fisik, tetapi idkholussurur ala qolbil mukmin.

Apalah arti kita bersilaturahmi secara tatap muka, tetapi menularkan virus yang membahayakan orang lain, bukan itu sejatinya silaturahmi. Alangkah lebih baiknya kita menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain (idkholussurur ala qolbil mukmin) dengan mengganti pertemuan secara fisik dengan saling bertegur sapa melalui media sosial, WhatsApp (WA), video call, dan aplikasi daring lainnya sembari saling mendoakan keselamatan agar dijauhkan dari ganasnya wabah Covid-19 atau bahkan mengirimi mereka kebutuhan yang diperlukan, maka sejatinya itu adalah ’’silaturrahmi”.

Bahkan, silaturahmi pun harus memuat sisi keselamatan yang utuh, bukan mementingkan tradisi, sehingga apa yang sebetulnya bagi kita baik malah mendatangkan bahaya kepada orang lain, alih-alih ingin membuat orang lain bahagia, tapi malah mendatangkan malapetaka.

Hemat saya, pada momen Hari Raya Idul Fitri ini, semoga umat Islam Indonesia benar-benar mampu memaknai Idul Fitri secara spiritual, bukan hanya ritualnya semata, sehingga apa yang disebut dengan kembali ke fitrah itu mampu mendatangkan kesalehan pasca hari raya Idul Fitri.

Manifestasi kesalehan tanda kita kembali fitri adalah jika kita mematuhi anjuran pemerintah untuk physical distancing, memakai masker kemana pun kita pergi, mencuci tangan dan menjaga kesehatan, tidak mudik maupun pulang kampung, dan tentunya berlebaran di rumah saja tidak beranjangsana.

Selamat berlebaran, jangan menyerah dan jangan terserah, mari rayakan dengan menebar kebaikan dan kerja-kerja kemanusiaan. 

Semoga kita semua benar2 menjadi orang yang kembali fitrah dan dijauhkan dari wabah Covid-19. Aamiin Yaa Robbal 'Alaamiin. 

Blitar, 27 Ramadhan 1442 H

Senin, 12 April 2021

Menjamak Niat Puasa Romadhon Satu Bulan Penuh

Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama Bulan Romadhon berniat taqlid (mengikut) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Romadhon hanya pada permulaan saja. 

Lafadz niatnya sebagai berikut:
"Nawaitu shouma jami'i syahri romadhoni hadzihi as-sanati taqlidan lil imam malik fardol lillahi ta'ala." 

Dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap  harinya, tapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa. 

*Syech Ahmad Idris Marzuqi Lirboyo*
Sabilul Huda: 51