Jumat, 18 Agustus 2023
Mencetak Dosen Profesional Melalui Kegiatan PKDP
Rabu, 01 Februari 2023
KKN Ngadipuro 1: Survey Pelaku UMKM dan Pendampingan Sertifikasi Halal
Rabu, 01/02/2023. Pagi ini nampaknya cuaca begitu
cerah. Ya, secerah dompetku pagi ini, meskipun hari ini sudah tanggal satu,
tetapi belum ada bunyi klunting di sms banking saya, hehehe. Hari ini agenda
saya mengunjungi teman-teman mahasiswa KKN Ngadipuro 1 untuk yang kedua
kalinya. Perjalanan saya yang kedua
ini tidak lagi memerlukan google map, karena saya sudah hafal jalurnya.
Perjalanan menuju lokasi KKN kali ini rasanya agak lebih ekstrim. Akses jalan menuju desa yang berlumpur dan digenangi air, dikarenakan semalaman diguyur hujan. Saya pun terus melanjutkan berkendara dan menikmati eksotisnya pemandangan sekitar.
Pukul 09.30 WIB saya tiba di Posko KKN Ngadipuro 1. Tiba di Posko KKN saya pun disambut oleh beberapa teman-teman mahasiswa. Saya amati posko, sebagian mereka ada yang masih rebahan di kursi, tampak pula ada yang sudah duduk jigrang sambil menyedot rokok tengwe, ada juga yang baru selesai mandi.
Teman-teman mahasiswa mempersilahkan saya untuk masuk ke dalam Posko. Kami pun terlibat percakapan. Salah satu mahasiswa meluncurkan pertanyaan kepada saya, mulai dari menanyakan kabar, berangkat dari rumah jam berapa, sampai menanyakan tentang kesehatan. Saya pun ganti bertanya kepada mereka terkait dengan apa agenda kegiatan hari ini.
Ternyata mereka pada hari ini sudah mempunyai agenda survey pelaku UMKM. Saya pun langsung berkeinginan untuk ikut dengan mereka.
![]() |
Penulis dan Tim Devisi Ekonomi Bersiap untuk Melaksanakan Survey Pelaku UMKM |
***
Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Segala ketentuan dan peraturan yang ada di Indonesia pasti didasarkan pada hukum dan syariat Islam. Hal tersebut dapat dilihat salah satunya dari aspek ekonominya yaitu pada urgensi kehalalan produk baik makanan, minuman, kosmestik hingga obat-obatan. Sertifikat halal memegang peranan penting dalam memastikan dan menjamin produk-produk yang beredar di Indonesia telah memenuhi standar produk halal. Sejalan dengan itu, pemerintah mengeluarkan peraturan yang menjelaskan mengenai keharusan adanya nomor dan sertifikat halal bagi produk-produk yang diperjualbelikan di Indonesia.
Peraturan kehalalan produk tersebut lebih jelas
diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 Pasal 2 tentang
Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, dimana dalam pelaksanaannya pemerintah
melimpahkan kewenangannya kepada Badan Penyelanggaraan Jaminan Produk Halal
(BPJPH). Dalam pelaksanaannya, BPJPH bekerjasama dengan beberapa pihak, salah
satunya yaitu pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang telah dilatih dan
dilantik oleh Lembaga Produk Halal (LPH).
Sejalan dengan peraturan dan kewajiban bersertifikasi halal tersebut, Kementrian Agama melalui BPJPH mengadakan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) bagi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Program ini dimulai pada 21 Maret 2022 – 30 Juni 2022 dengan kuota sebesar 25.000 pelaku usaha. Sesuai dengan KEPKABAN Nomor 33 Tahun 2022 program ini hanya berlaku bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
***
Berdasarkan
program SEHATI tersebut, mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah yang termasuk
dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di
Desa Nagdipuro Kec. Wonotirto berupa pendampingan Sertifikasi Halal bagi
pelaku Usaha Mikro dan Kecil. Dalam pelaksanaan program kerja tersebut, Tim
Devisi Ekonomi dan Pendamping Sertifikasi Halal UIN Sayyid Ali Rahmatullah
telah melaksanakan sosialisasi sertifikasi halal beberapa pekan lalu
bekerjasama dengan beberapa pihak terkait yaitu DISDAGNAKERKOPUKM Wonotirto,
Perangkat Desa dan Kecamatan Wonotirto serta beberapa paguyuban di kecamatan
Wonotirto.
Setelah diadakannya sosialisasi tersebut, Rabu, 01/02/2023 saya bersama Tim Devisi Ekonomi mendata dan mengumpulkan
informasi serta dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendaftar sertifikasi
halal gratis. Pengumpulan data dan dokumen kami lakukan dengan mendatangi atau
mengumpulkan para pelaku usaha dalam satu tempat. Pengumpulan dokumen tersebut
dilakukan bersamaan dengan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku
usaha yang belum memiliki NIB.
![]() |
Penulis dan Tim Devisi Ekonomi Tiba di Lokasi Survey Pelaku UMKM |
Pada kesempatan survey kali ini saya bersama Tim Devisi Ekonomi mendatangi salah satu rumah warga yang ada di Dusun Banyu Urip. Mbah Winih namanya, beliau adalah seorang wanita paruh baya berusia 67 tahun, namun semangatnya untuk terus menyambung hidup tidaklah mengenal lelah. Dua bulan yang lalu Mbah Winih hanya bisa berada di tempat tidur, dikarenakan kakinya tidak bisa digunakan untuk berjalan. Sepekan yang lalu suaminya meninggal dunia. Beliau mempunyai dua anak, laki-laki dan perempuan. Anak sulung beliau (laki-laki) sejak lulus SMP sudah merantau ke Kalimantan. Namun, atas takdir Allah anak sulungnya tersebut telah meninggal dunia tercena Covid-19 pada 2020 lalu.
![]() |
Penulis sedang Berpose Bersama Tim Devisi Ekonomi dan Mah Winih |
Alhamdulillah, sudah satu bulan ini Mbah Winih telah sehat kembali dan lekas memulai usahanya dengan dibantu oleh anak perempuannya. Usaha yang dijalankan Mbah Winih yaitu membuat kripik peyek. Satu biji peyek beliau jual seharga Rp. 2.000,-. Peyek yang beliau jual selama ini belum memiliki label sertfifikasi halal. Maka dari itu perlunya sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman yang dijual oleh pelaku UMK ini agar mampu memberikan jaminan kepada konsumen sehingga produk yang dikonsumsi jelas kepastian halalnya, sehingga tidak ada kontaminasi zat-zat yang bersifat haram, najis dan dampaknya tidak dapat merusak tubuh bagi masyarakat.
![]() |
Penulis sedang Berpose Bersama Mbah Winih |
Diharapkan dengan memiliki Sertifikat Halal pada
produk tersebut, akan
memperluas pemasaran produk tidak hanya ke pasar modern / retail namun juga hingga ke tingkat internasional serta
meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui usaha lokal UMKM kebanggaan Kab. Blitar. Hal itu dikarenakan Blitar merupakan daerah wisata yang
banyak tempat kuliner, sehingga seharusnya banyak produk yang perlu
disertifikasi halal untuk menjamin produk yang dijual itu aman dan layak
dikonsumsi. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mengikuti
sertifikasi halal melalui pendampingan proses produk halal.
Kamis, 26 Januari 2023
Destinasi Perjalanan Menuju Desa Ngadipuro
Traveling tidak harus selalu pergi ke tempat yang indah dan mahal saja. Berpergian ke desa terpencil dan berinteraksi dengan penduduk lokal menghadirkan kenangan tersendiri yang tak terlupakan. Kisah ini bukan traveling yang seperti orang lain lakukan, lebih tepatnya ini KKN atau Kuliah Kerja Nyata yang merupakan salah satu mata kuliah wajib yang ada di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung).
Pada kesempatan KKN Gelombang 1 tahun 2023 kali ini saya mendapat tugas sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) di Desa Ngadipuro, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar.
***
Rabu (25/01/2023). Pukul 06.00 saya buka WA Grup KKN Ngadipuro 1, saya ketik chat di laman grup "mohon saya dikirimi serlok Balai Desa Ngadipuro." Jeda beberapa menit muncul kiriman serlok dari salah satu mahasiswa, yaitu Mas Labib.
Pukul 08.30 saya berangkat menuju ke Desa Ngadipuro ditemani
motor Honda Vario 150. Sambil memandangi google map saya pun terus berkendara.
Di sepertiga perjalan kami mulai disuguhkan dengan jalan yang menanjak dan
sangat rusak. Meski demikian saya tetap enjoy menikmati perjalanan.
Tidak lama kemudian saya pun terkesima melihat pemandangan
alam sekitar. Saya pun memandangi lukisan alam yang langsung di gambar oleh
sang Maha Pencipta. Pemandangan ini
saya lihat nampak seperti bukit teletubies, ya karena bukit ini terlihat sangat
hijau dan membentuk gundukan-gundukan semacam bukit. Saya pun sejenak meminggirkan
motor dan mencoba menikmati pemandangan ini. Tentunya tidak lupa dong saya foto
pemandangan ini. Hehe.
Perjalanpun saya lanjutkan, sampailah saya di Kecamaran Wonotirto. Jarak Desa Ngadipura dengan Kecamatan Wonotirto kurang lebih 8 km.
Desa Ngadipuro merupakan wilayah yang terdiri dari pemukiman penduduk, tanah tegalan, perkebunan rakyat, lahan persawahan dengan luas wilayah desa 1.859.660 Km atau 1.859.660 Ha. Dimana seluas 989.567 Ha adalah pemukiman penduduk dan sisanya adalah lahan kering & areal persawahan. Wilayah desa Ngadipuro dilewati sungai Serit sepanjang 5 km.
Saya perhatikan sekilas Desa Ngadipuro. Bukan desa yang
terpencil, tapi memang aksesnya naik turun karena daerah dataran tinggi.
Jalannya beraspal, tapi rusak berat. Penduduk setempat menyebutnya dengan
Jelongan Sewu. Ya, karena jalan ini banyak lubangnya. Inilah yang
menjadikan keseruan destinasi perjalanan saya.
Alhamdulillah, tepat pukul 10.18 WIB saya tiba di Balai Desa Ngadipuro. Molor 18 menit dari jam yang seharusnya, ya karena tadi kesasar blusukan ke kebun kelapa. Hehe. Tiba di Balai Desa, saya pun langsung menginterogasi salah satu mahasiswa yang sudah salah mengirimkan serlok ke saya.
Pada kesempatan tugas DPL kali ini saya didampingi oleh Ibu Arina Husna Zaini selaku DPL 2 Desa Ngadipuro. Beliau sudah duduk manis di kursi depan menunggu kedatangan saya. Tepat jam 10.30 MC pun mengambil kendali acara pembukaan KKN. Acara pembukaan diawali dengan bacaan surah Al-Fatihah.
Setelah MC selesai membuka acara, dilanjukan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. Acara selanjutnya yaitu sambutan. Kesempatan pertama diberikan kepada Kordes KKN Ngadipuro. Dalam sambutannya mas Lutfi Dwi Kurniawan selaku Kordes menyampaikan perihal tujuannya berada di Desa Ngadipuro, sekaligus secara tidak langsung ingin bersilaturahim dengan warga di desa ini. Mas Kordes menyampaikan tujuan teman-teman mahasiswa berada di sini adalah untuk melaksanakan KKN, sebagai salah satu mata kuliah wajib yang harus kami tempuh, dan juga sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, adapun nanti akan ada berbagai program kerja yang akan disusun atas sepengetahuan dan seijin pihak desa. Beliau juga berharap program kerja yang dibuat nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat desa Ngadipuro pada umunya dan pembelajaran bagi teman-teman mahasiswa pada khususnya.
Mbak MC kembali memegang kendali, kesempatan kedua diberikan
kepada saya selaku DPL 1 KKN Ngadipuro. Segera saja saya memanfaatkan
kesempatan yang telah diberikan. Dalam hal ini saya menyampaikan terima kasih
banyak kepada pihak desa Ngadipuro yang telah memberikan wadah atau tempat
untuk melaksanakan pengabdian. Saya juga berpesan kepada peserta KKN agar
selalu menjaga sopan santun dan dapat berbaur dengan masyarakat Desa Ngadipuro
dengan baik. Terakhir saya menyerahkan teman-teman mahasiswa KKN Ngadipuro 1
dan 2 kepada Bapak Kades.
Kesempatan berikutnya diberikan kepada Bapak Eko Wahyudi, selaku Kepala Desa Ngadipuro. Dengan pidato singkat bapak kepala desa, ia memaparkan gambaran kondisi desa terkait dan memberikan semangat motivasi kepada para mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat.
Beliau berharap agar kedatangan kelompok KKN ini membawa perubahan pada Desa Ngadipuro. “Saya harap untuk adek-adek KKN ini bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh desa Ngadipuro” katanya.
Semoga, dengan adanya acara pembukaan ini memberikan awal yang baik dalam memulai kegiatan KKN di Desa Ngadipuro.
Senin, 21 November 2022
DZIKIR, FIKIR, DAN AMAL SHOLEH
Senin, 07 Februari 2022
KESEKIAN KALINYA MENJADI DPL KKN
Kali ini
kami mendapatkan kesempatan lagi dari Kampus tempat bekerja untuk membimbing
mahasiswa dalam suatu kegiatan terkait dengan prosesi akademik yang rutin
dilaksanakan setiap tahunnya. Selaku dosen tetap yang memang bekerja di Kampus
tersebut, tentu saya menyambutnya dengan baik kepercayaan dan amanah yang
diberikan oleh instasi pendidikan tinggi terbesar di Tulungagung ini.
Maka,
setelah mendapat surat tugasnya, bersama mahasiswa dan mahasiswi dipersilakan
untuk mengikuti pembekalan secara daring yang di selenggarakan oleh LP2M. Ya,
tugas yang diberikan adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat melalui
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 1 tahun 2022 yang dilaksanakan selama 1
bulan di daerah yang telah di tunjuk oleh pihak UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Pada kesempatan kali ini kami mendapat tugas membimbing KKN di Desa
Campurdarat, Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung.
Mendapatkan
tugas sebagai pembimbing sebenarnya bukanlah yang pertama kalinya, karena KKN
selalu di laksanakan oleh kampus pada setiap tahunnya, sudah cukup lama selalu
mendapat kepercayaan untuk membimbing mahasiswa. Alhamdulillah kami bersyukur
telah memiliki pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di kampus
ini.
Kami
selaku DPL bersama mahasiswa mengikuti pembekalan dengan baik, keesokan harinya
acara dilanjut dengan pelepasan mahasiswa ke lokasi tempat mereka semua
mengabdi yang di lepas secara resmi dan dipimpin langsung oleh Bapak Rektor dan
unsur pimpinan lainnya. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan baik.
Menjadi
seorang DPL tentu memiliki tugas dan kewajiban. Tugas DPL yaitu membimbing
mahasiswa dalam setiap langkah operasional kegiatan KKN. Tugas tersebut mulai
dari orientasi, memperlancar proses pendekatan sosial ke masyarakat, membangun
timbulnya kreatifitas, menampung permasalahan dan hambatan yang dihadapi,
memantau, mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi kegiatan, membimbing
pembuatan laporan, melakukan penilaian, dan melakukan evaluasi.
Selain
melaksanakan tugas-tugas tersebut, tentunya bersedia menjadi seorang DPL
berarti juga harus siap dengan beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, salah
satunya yaitu menyusun laporan tertulis mengenai kegiatan khusus dan kegiatan
pembimbingan mahasiswa KKN yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran
untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya. Karena kewajiban tersebut merupakan
persyaratan dalam rangka untuk memperoleh hak kita sebagai DPL yang telah
melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.
Sangatlah
besar harapan tersimpan di hati, agar pelaksanaan KKN kali ini dapat berjalan
dengan baik dan lancar, yang tentunya berakhir dengan membuahkan hasil karya,
prestasi, kebermanfaatan dan kenangan yang baik.
Alhamdulillah,
puji serta syukur kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta, karena berkat
dari pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang tidak hanya sekali,
baik masa sebelum pandemi maupun setelah pandemic Covid-19, permasalahan apapun
yang dihadapi seolah terasa ringan, enteng, dan mudah terselesaikannya.
Akhir
dari sebuah cerita kehidupan terungkap kata: “Jika gajah mati meninggalkan
gadingnya, jika harimau mati akan meninggalkan belangnya, kucing meninggalkan
meongnya, sedangkan manusia akhir dari perjalanannya meninggalkan karya,
prestasi, dan amal baiknya.”
Semoga
kita semua senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kelancaran, kesehatan
dan kesuksesan dalam segala aktivitasnya oleh Allah SWT. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.
Rabu, 08 September 2021
AMANAH DAN TANGGUNG JAWAB MENJADI DPL
Suatu hari, kami mendapat tugas dari Kampus
tempat bekerja untuk membimbing mahasiswa dalam suatu kegiatan terkait dengan
prosesi akademik yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selaku dosen tetap
yang memang bekerja di Kampus tersebut, tentu saya menyambutnya dengan baik
kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh instasi pendidikan tinggi terbesar
di Tulungagung ini.
Maka, setelah mendapat surat tugasnya, bersama
mahasiswa dan mahasiswi dipersilakan untuk mengikuti pembekalan secara daring
yang di selenggarakan oleh panitia. Ya, tugas yang diberikan adalah untuk
melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Virtual Dari
Rumah (KKN-VDR) yang dilaksanakan selama 1 bulan di daerah yang telah di tunjuk
oleh pihak UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Mendapatkan tugas sebagai pembimbing sebenarnya
bukanlah yang pertama kalinya, karena KKN selalu di laksanakan oleh kampus pada
setiap tahunnya, sudah cukup lama selalu mendapat kepercayaan untuk membimbing
mahasiswa. Alhamdulillah kami bersyukur telah memiliki pengalaman menjadi Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) di kampus ini.
Kami selaku DPL bersama mahasiswa mengikuti
pembekalan dengan baik, keesokan harinya acara dilanjut dengan pelepasan
mahasiswa ke lokasi tempat mereka semua mengabdi yang di lepas secara resmi dan
dipimpin langsung oleh Bapak Rektor dan unsur pimpinan lainnya. Alhamdulillah semuanya
berjalan dengan lancar dan baik.
Menjadi seorang DPL tentu memiliki tugas dan
kewajiban. Tugas DPL yaitu membimbing mahasiswa dalam setiap langkah
operasional kegiatan KKN. Tugas tersebut mulai dari orientasi, memperlancar
proses pendekatan sosial ke masyarakat, membangun timbulnya kreatifitas,
menampung permasalahan dan hambatan yang dihadapi, memantau, mengendalikan,
mengarahkan dan mengawasi kegiatan, membimbing pembuatan laporan, melakukan
penilaian, dan melakukan evaluasi.
Selain melaiksanakan tugas-tugas tersebut,
tentunya bersedia menjadi seorang DPL berarti juga harus siap dengan beberapa
kewajiban yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu menyusun laporan tertulis
mengenai kegiatan khusus dan kegiatan pembimbingan mahasiswa KKN yang telah
dilakukan dan memberikan saran-saran untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya.
Karena kewajiban tersebut merupakan persyaratan dalam rangka untuk memperoleh
hak kita sebagai DPL yang telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.
Sangatlah besar harapan tersimpan di hati, agar
pelaksanaan KKN berikutnya dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang tentunya
berakhir dengan membuahkan hasil karya, prestasi, kebermanfaatan dan kenangan
yang baik.
Alhamdulillah, puji serta syukur kepada Allah SWT
sang pencipta alam semesta, karena berkat dari pengalaman menjadi Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) yang berkali-kali, baik masa sebelum pandemi maupun
setelah covid-19, permasalahan apapun yang dihadapi seolah terasa ringan,
enteng, dan mudah terselesaikannya.
Akhir dari sebuah cerita kehidupan terungkap kata:
“Jika gajah mati meninggalkan gadingnya, jika harimau mati akan meninggalkan
belangnya, kucing meninggalkan meongnya, sedangkan manusia akhir dari
perjalanannya meninggalkan karya, prestasi, dan amal baiknya.”
Semoga kita semua senantiasa diberikan
perlindungan, keselamatan, kelancaran, sehat dan kesuksesan dalam segala
aktivitasnya oleh Allah SWT. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.
Sabtu, 07 Agustus 2021
CONTOH TEKS MC WALIMATUL 'URSY BASA JAWA
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد
لله عَلَى مَا أَكْمَلْتَ لَنَا مِنْ دِيْنِ الإِسْلاَمِ، نحمده ونستعينه ونستغفره
ونتوب اليه، ونعوذ بالله من سرور أنفسنا
ومن سّيئات أعمالنا، من يهد الله فلا مضلّ
له ومن يضل له فلا هادي
له .أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمّدا عبده ورسوله.
وقال الله تعالى في القران العظيم "أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، ومن أيته
ان خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة و رحمة، إن فى ذلك
لأيت لقوم يتفكرون. فَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ. صدق الله العظيم وصدق رسول الله الكريم .أما بعد…
Dumateng para alim ulama ingkang tansah kawula
ta’ati, dumateng para sesepuh lan pinisepuh ingkang tansah dahat kinabekten, para
penderek pinanganten kakung / putri saking tlatah ………… ugi para tamu undangan kakung
sumawana putri ingkang satuhu dahat kinurmatan.
Minangkani purwokaning atur, kawulo ngajak dumateng
kawulo pribadi, lumeberipun dumateng panjenengan sami, sumonggo kito sesarengan
ngaturaken raos puji tasakur wonten ngarsonipun Alloh SWT kanti Biqaulina
Alhamdulilahirabbil ‘Aalamiin katitik
wonten kalodangan puniko kito saget hanglogar aken penggaleh kempal manunggal
wonten dalem pahargian/pawiwahan meniko, kanti
pengajap soho hamungel raos hangestrani wontenipun adicoro Walimatul ‘Ursy kanti
pinayungan karaharjan mboten wonten alangan
setunggal punopo.
Sholawat sinareng salam mugi tansah kunjuk katur
wonten ngarso dalem junjungan kito nabiyuloh Nabi agung Muhammad SAW, mugi-mugi kito sedoyo kalebet umat ingakang
bade angsal syafa’at ipun wonten yaumil akhir. Aamiin
Dumateng para tamu undangan kakung sumowo putri
ingkang tansah dahat kinurmatan, wonteng ing wismo pawiwahan menika, selaku
pranoto adiccoro wonten ing enjang menika, pramila kawula badhe ngaturaken
menggah ingkang dados rantamaning adicoro ingkang sampun rinacik inggih punika:
1.
Atur pambuka
2.
Waosan ayat2 suci
Al-Quran
3.
Atur pasrah lan panampi
4.
Wedhar sabdo (Mauidhoh Hasanah)
5.
Do’a
Mekaten menggah tata rakiting adicara pawiwahan
ingkang sampun rinakit. Kanthi lilaning penggalih,
sumonggo kulo dereaken adichoro ingkang binukho, kanthi waosan suratul fatihah,
ing panganjad mughiyo lampahing adicara pawiwahan meniko awit purwo dumugining
wusono tansah pinaringan rahayu tebih nir ing sambikolo, ugi pikantuk ridho
saking Allah SWT, lan khususipun dhumateng pinangantin sarimbit mugi2 dipun
dadosaken keluargo ingkang sakinah, mawaddah wa rahmah.
LI RIDLOLLOH WA BISYAFA'ATI ROSULILLAH
WA 'ALA HADZIHIN NIYAH AL-FATIHAH
Dumawah adicara ingkang
angka kalih inggih punika waosan kitab suci al-Qur’an, ingkang badhe kaaturaken
dening panjenenganipun Ust. .............................. Wekdal
kasumanggaaken.
صَدَقَ اللهُ العَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِيْمُ
وَنَحْنُ عَلَى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ
Kanthi waosan kolowau
mughiyo tansah lumeber barokah lan manfaat, khususipun dumateng Qori’, lan
umumipun sumrambah dumateng kawula, dalah panjenengan sami.
Para
rawuh kakung sumawana putri ingkang dahat kinurmatan
Kalajengaken adicara ingkang angka tiga, inggih
punika atur pambagya pasrah pinanganten putra saking panjenenganipun bapak ........................ saking tlatah .................... ingkang sulih saliro, ingkang
piniji wekdal soho panggenan kaaturaken.
Kanthi prastawa cetha wijang wijiling pangendikan
atur pambagya pasrah saking kadang besan, sarono badhe katampi dening keluarga
bapak ....................... ingkang mangku gathi. Anamung kandek wonten
samudyaning jonggo, ing puniko dipun sulih saliro dhumateng panjenenganipun
Bapak ............................., wekdal kasumanggaaken.
Kanthi tatas tetes lan titisipun lampahing
adicoro awit purwo dumughining madyo puniko, mboten ingkang kalempit, adicara
dereng dumawah paripurno, sak lajengipun sumonggo kita midangetaken wedhar
sabda ingkang tumuju kesaenan, (+ saha barokah Do’a) ingkang badhe dipun dawuhaken dening panjenenganipun
al-mukarom ...................................... Wekdal kaaturaken.
Mekaten kala wau kanthi purnaning do’a, adicara pahargyaan pawiwahan walimatul ‘Ursyi wonten ing palenggahan punika sampun
dumugining wusana, mugi2 kitha sedaya tansah pinaringan rahayu, wilujeng,
slamet widada nir ing sambikala, lan khususipun dumateng pinanganten sarimbit
mugi2 kaliyan Allah SWT dipun dadosaken kaluarga ingkang sakinah, mawadddah,
warohmah. Saking kawulo ingkang piniji pambiwara tata adicara, menawi wonten
kekirangan saha kekhilafan ingkang mboten nuju prana mungguhipun sastra, basa tuwin subasita, awit purwa dumugining madya, dalah nyuwun agunging samudra pangaksami.
والسلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)





