Minggu, 21 Juni 2020

ANTARA DUA KUBU



Sudah nyaris enam bulan dunia diterpa krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 merubah tatanan masyarakat dunia. Guna mencegah penularan wabah virus corona yang meluas, masyarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tinggal di rumah. Sekolah, bekerja bahkan beribadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja.
Hampir semua negara mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Terkecuali, memang bagi mereka yang harus keluar dan kegiatannya tidak bisa dilakukan dari rumah.
Perubahan tersebut tentu juga berdampak luas di banyak sektor. Pasalnya berubahnya aktivitas masyarakat tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti bidang pariwisata, transportasi online, penjuaan retail, dan masih banyak lagi. Berjalannya waktu, tinggal di rumah dinilai tidak bisa selamanya diterapkan untuk menjaga keseimbangan perekonomian.
Saat ini beberapa daerah di Indonesia sudah mulai mengadaptasi kebijakan new normal yang sekarang istilah tersebut diganti menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diberlakukan oleh pemerintah pusat. Ketika pelonggaran mulai berlaku, kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak ideal, rajin mencuci tangan dengan sabun, olahraga teratur, dan jaga asupan gizi.
Sekarang ini kita terbagi menjadi dua kubu, kubu yang percaya Covid itu ada dan kubu yang menganggap Covid itu hanya konspirasi. Saya sudah tidak mau membahas itu. Sudah terlalu banyak yang membahas.
Saya cuma mau bilang pada anda, ada dan tidak adanya Covid, benar atau salahnya teori konspirasi, tidak ada salahnya toh kita menjalani protokol kesehatan. Simpel banget, hanya tiga langkah:
1. Cuci tangan pakai sabun (handsanitaizer);
2. Pakai masker ketika ke luar rumah;
3. Jaga jarak ideal.
Semuanya wajib kita lakukan secara bersamaan. Lagi pula, ini yang memang seharusnya kita jalankan setiap hari kan? Ada atau tidak adanya Covid. Demi kesehatan diri kita sendiri. Karena, kalau bukan kita sendiri yang menyayangi tubuh kita, siapa lagi?

STAY SAFE
STAY HEALTHY
STAY HAPPY
AND BE KIND ❤️

Semoga Bermanfaat....
Wallahu A’lam Bisshowab.



Sabtu, 20 Juni 2020

10 GELAR UNIK BAGI MAHASISWA



Suatu hari ada pesan teks yang masuk di WA saya. Rupanya pesan tersebut berasal dari reseller buku penerbit KMO Indonesia, kebetulan saya sudah berlangganan buku di penerbit tersebut. Nah, kebetulan pada waktu itu reseller tersebut menawarkan buku terbaru dari KMO Indonesia. Salah satu buku yang ditawarkan tersebut berjudul “IJA(B)SAH”, wah keren nih judulnya, batin saya. Walhasil saya orderlah buku itu, dan dalam waktu tiga hari buku tersebut telah mendarat di depan rumah.

Penulis buku berjudul “IJA(B)SAH” ini bernama Ilham Amily, beliau adalah sarjana lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikamalaya. Buku ini ditulis penulisnya dengan tulus untuk membantu teman-teman yang ingin bersegera menikah, berdasarkan apa yang dialami langsung oleh penulis. Nah, bagi kalian yang ingin bersegera menikah segera miliki buku ini! Hehe.

Buku IJA(B)SAH Karya Ilham Amily

Tentunya setelah membeli buku harus dibaca dong! Setelah saya membaca buku tersebut, sampai pada halaman dua belas saya menemukan istilah-istilah unik untuk dijadikan sebagai gelar mahasiswa. Di antara istilah-istilah unik tersebut yaitu: KURA-KURA, KUDA-KUDA, KUNANG-KUNANG, KUMAN-KUMAN, KUTU KUPRET, KUPU-KUPU, KUE-KUE, KUMUS-KUMUS, KUPER-KUPER, dan KUSYUT-KUSYUT.

Gelar ini didapatkan penulis dari kegiatan atau aktivitas sehari-hari selama menjadi mahasiswa. Ya... gelar itu adalah sebutan bagi setiap tipe mahasiswa di kampus. Mungkin bagi sebagian orang istilah ini sudah tidak aneh lagi. Lalu, apa sih kepanjangan dari semua gelar itu? Cekidot....

1. Mahasiswa KURA-KURA
Mahasiswa KURA-KURA adalah singkatan dari mahasiswa Kuliah Rapat-Kuliah Rapat. Nah, gelar ini biasanya didapatkan oleh orang-orang tertentu, iya, orang-orang yang kerjaannya rapat tiap harinya, habis kuliah langsung rapat, hari libur rapat, sela-sela jam kosong ya rapat. Ya, begitulah kiranya aktivitas mahasiswa yang mendapatkan gelar ini.

2. Mahasiswa KUDA-KUDA
Mahasiswa KUDA-KUDA merupakan singkatan dari Kuliah Dagang-Kuliah Dagang. Sebutan ini bisa disandang oleh mahasiswa yang hobi dagang. Mungkin kalian semua pernah melihat ada mahasiswa yang kerjaannya dagang, bahkan status medsosnya pun dipenuhi dengan promosi dagangannya.

3. Mahasiswa KUNANG-KUNANG
Mahasiswa KUNANG-KUNANG merupakan singkatan dari Kuliah Nangkring-Kuliah Nangkring. Iya, sebutan ini bisa disandang oleh mahasiswa yang kerjaannya nangkring terus. Tapi, ya, perlu kita ketahui bahwa mahasiswa tipe ini bukan sekadar nangkring. Mereka bisa nangkring lama tapi pulang membawa hasil. (Khusnudzon). Hehe.

4. Mahasiswa KUMAN-KUMAN
Mahasiswa KUMAN-KUMAN merupakan singkatan dari Kuliah Main-Kuliah Main. Iya, gelar ini bisa diraih oleh mahasiswa yang hobinya main. Libur sedikit main, jam kuliah kosong lama langsung pergi ke mall, ngopi sambil maen game, dan begitulah kerjaannya mahasiswa yang mendapatkan gelar ini.

5. Mahasiswa KUTU KUPRET
Mahasiswa KUTU KUPRET merupakan singkatan dari Kuliah Tugas-Kuliah Presentasi. Gelar ini bisa diraih oleh mahasiswa yang kerjaannya nugas dan presentasi, dan tentunya mahasiswa tipe ini orangnya rajin atau bahkan jenius (meskipun copy paste). ههههه (ketawa syar'i). 😄

6. Mahasiswa KUPU-KUPU
Mahasiswa KUPU-KUPU merupakan singkatan dari Kuliah Pulang-Kuliah Pulang. Mahasiswa KUPU-KUPU ini merupakan bagian dari gelar/tipe mahasiswa yang paling fenomenal di kampus. Tipe mahasiswa ini biasanya didapatkan oleh oleh mahasiswa yang hobinya mudik, atau kalau nunggu jam kosong dia memilih pulang ke kosannya. Jadi, jangan heran, biasanya mahasiswa tipe ini jarang dikenal oleh mahasiswa di luar teman sekelasnya.

7. Mahasiswa KUE-KUE
Mahasiswa KUE-KUE merupakan singkatan dari Kuliah Gawe-Kuliah Gawe. Tipe ini bisa ditetapkan oleh mahasiswa yang kuliah sambil kerja. Tentunya mahasiswa tipe ini sangat pekerja keras ya, masih kuliah bisa nyempetin diri buat bekerja. Salut deh buat mereka-mereka yang kuliah sambil bekerja. Tapi, kuliah harus tetap diprioritaskan ya!

8. Mahasiswa KUMUS-KUMUS
Mahasiswa kumus-kumus merupakan singkatan dari Kuliah Musik-Kuliah Musik. Setiap kampus tentunya ada mahasiswa tipe ini. Iya, mahasiswa tipe ini bisa diraih oleh mahasiswa yang hobinya bermain musik, baik itu bernyanyi atau bahkan memainkan alat musiknya.

9. Mahasiswa KUPER-KUPER
Mahasiswa KUPER-KUPER merupakan singkatan dari Kuliah Perawatan-Kuliah Perawatan. Hmmm... biasanya, mahasiswa tipe ini bisa didapatkan oleh kaum hawa atau para kaum sosisalita. Mahasiswa tipe ini selalu menyempatkan waktu untuk perawatan (dilut-dilut macak)😍😁, dan bahkan perawatan dijadikan sebagai kebutuhan utamanya dalam fashion-nya.

10. Mahasiswa KUSYUT-KUSYUT
Mahasiswa KUSYUT-KUSYUT merupakan singkatan dari Kuliah Syuting-Kuliah Syuting. Iya, tipe ini bisa diraih oleh mahasiswa yang hobi eksis di dunia maya. Syuting itu tidak melulu identik dengan film atau iklan. Sudah tidak jarang lagi kita melihat mahasiswa yang syuting untuk akun YouTube, Instagram, dan media lainnya di mana mereka menjadi selebritis di sana, atau setidaknya mencoba untuk menjadi salah satunya. Mereka akan terlihat mengabadikan aktivitas-aktivitas mereka di manapun.

Nah, itulah sepuluh gelar unik bagi mahasiswa. Kalian para mahasiswa termasuk tipe yang mana nih gaes? Atau dari kalian ada yang punya istilah lain? Silahkan di tulis di laman komentar!

Semoga Bermanfaat ....

Blitar, 20 Juni 2020

Jumat, 19 Juni 2020

NEW NORMAL ≠ SEPERTI BIASANYA, NEW NORMAL = KEBIASAAN BARU



Oleh: Ahmad Fikri Amrullah

Sudah tak terhitung berapa lama kita harus stay at home atau #dirumahaja karena situasi Covid 19 yang belum juga usai. Dari yang harus beradaptasi dengan kondisi tatanan hidup baru, hingga akhirnya kita mempunyai rutinitas yang berbeda dari sebelumnya.

Sebagian dari kita mungkin sudah ada yang bisa bersyukur dan menikmati keadaan berkumpul dengan sanak keluarga di rumah. Namun sebagian dari kita tentu masih ada yang menahan rindu dengan orang tua atau keluarga yang tinggal terpisah. Seolah dalam keadaan menunggu, sampai kapan pandemi ini akan berakhir dan kita kembali beraktivitas normal?

Beberapa pekan yang lalu Pemerintah RI secara resmi telah mengganti istilah tatanan hidup baru atau New Normal menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Istilah tersebut digunakan sebagai narasi pengganti New Normal, dikarenakan berdasarkan hasil kajian, kata "normal" apapun imbuhannya masih dipahami sebagai kembali ke situasi sebelum pandemi (Covid 19).

Adaptasi kebiasaan baru adalah cara kita merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasan. Keadaan dimana ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dilonggarkan, protokol kesehatan tetap harus dilakukan, sehingga kita tetap bisa produktif dengan tetap mencegah terjangkit virus corona.

Ketika pelonggaran mulai berlaku, kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak ideal, rajin mencuci tangan dengan sabun, olahraga teratur, dan jaga asupan gizi. Selain itu, perhatikan juga situasi dan kondisi tempat bekerja, sejauh mana kegiatan daring (online) bisa didahulukan daripada luring (offline). Jika terpaksa harus tetap bekerja di kantor atau harus melakukan kegiatan di luar ruangan, ingat:

1. Saat kembali ke rumah, jangan bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum membersihkan diri. 

2. Segera mencuci pakaian dan masker dengan deterjen, jangan biarkan tersimpan menggantung dalam waktu lama.

3. Bersihkan handphone, tas, benda lain dengan desinfektan. 

4. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan asupan yang bergizi serta istirahat cukup.

5. Jaga kesehatan mental dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama keluarga. 

Adaptasi kebiasaan baru bisa berjalan secara efektif jika kita mau menaati dan konsisten dengan protokol kesehatan yang sudah diterapkan. Sebagaimana anjuran untuk taat kepada aturan pemerintah sudah tertuang dalam QS. An-Nisa’ ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا. (النساء: 59)
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan pemerintah/penguasa di kalangan kalian, jika kalian berselisih dalam sesuatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikin lebih baik dan lebih bagus akibatnya." (An-Nisa’: 59)

Diharapkan, segala lapisan bisa memahami dan menjalankan tatanan hidup baru ini dengan sebaik-baiknya agar kita bisa tetap beraktivitas normal (dengan kebiasaan yang baru). Normal bukan berarti kembali seperti biasanya alias "sak karepe dewe" (semaunya sendiri).

Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin, dan semoga kita terhindar dari penyebaran virus corona. 

Semoga bermanfaat....
Wallahu A'lam Bisshowab.

Kamis, 18 Juni 2020

EMPAT MACAM GOLONGAN MANUSIA MENURUT SYAIKH ABDUL QODIR AL-JAILANI




Salah satu wasiat dari Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang dinukil oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nashaihul ‘Ibad, Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani menyebutkan bahwa: “manusia itu terbagi dalam empat tingkatan/golongan”, di antaranya yaitu:

Pertama,
رَجُلٌ لاَ لِسَانَ لَهُ وَلاَ قَلْبَ وَهُوَ العَاصِى العَبِيّ
Golongan manusia yang tidak memiliki hati dan lisan, orang seperti ini termasuk golongan ahlunnar (ahli neraka).

Kedua,
رَجُلٌ لَهُ لِسَانٌ بِلاَ قَلْبٍ فَيَنْطِقُ بِالْحِكْمَةِ وَلَايَعْمَلُ بِهَا يَدْعُو النَّاسَ اِلَى اللهِ تَعَالىَ وَهُوَ يَفِرّ مِنْهُ
Golongan manusia yang memiliki lisan (banyak bicara) tetapi tidak memiliki hati. Mengajak kepada kebaikan, tetapi orang tersebut tidak mau mengerjakan, malah sering menjauhi perintah-perintah Allah SWT.

Ketiga,
رَجُلٌ لَهُ قَلْبٌ بِلا لِسَانٍ وَهُوَ مُؤْمِنٌ سَـتَرَهُ اللهُ تَعَالَى عَنْ خَـلْقِهِ وَبَصَرِهِ بِـعُيُوْبِ نَفْسِهِ وَنَوَّرَ قَلْبَهُ وعَرَّفَهُ غَوَائِلَ مُخَالَطَةِ النَّاسِ وَشُؤْمِ الكَلاَمِ وَهُوَ وَلِيُّ اللهِ تعالى مَحْفُوْظٌ فى سِتْرِ الله تعالى
Golongan manusia yang memiliki hati tapi tidak memiliki lisan (tidak banyak bicara). Golongan seperti ini termasuk orang-orang yang ditutupi atau dirahasiakan oleh Allah SWT dari khalayak umum. Allah sendiri yang menjaga penglihatannya sehingga tidak bisa melihat gebyarnya dunia yang fana. Golongan seperti ini termasuk golongan kekasih Allah SWT, hatinya dipenuhi dengan nur atau cahaya rububiyah, sehingga golongan tersebut mengerti dampaknya berkumpul bersama manusia yang banyak berbicara, yang tidak berfaedah.

Keempat,  
رَجُلٌ تَعَلَّمَ وَعَلَّمَ وَعَمِلَ بِعِلْمِهِ وَهُوَ الْعَالِمُ بِالله تعالى وَاَيــَاتِه اسْتَوْدَعَ اللهُ قَلْبَهُ غَرَائِبَ عِلْمِهِ وَشَرّحَ صَدْرَه لِقَبُوْلِ الْعُلُوْم
Golongan manusia yang mau belajar dan mengajar serta mengamalkan ilmunya. Orang-orang seperti ini adalah orang yang sudah mengerti kebesaran Allah SWT. Orang seperti ini menitipkan ilmunya kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT bersedia melapangkan hati orang tersebut untuk senantiasa menerima titipan-titipan ilmu dari Allah SWT mengenai pengetahuan yang belum diketahui. Orang seperti ini termasuk orang yang ma’rifatullah.

Dari keterangan yang sudah disebutkan di atas hendaknya kita bermuhasabah atau intropeksi batin kita masing-masing, kita termasuk golongan yang mana? Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang hina. Sebab memiliki prasangka buruk terhadap orang lain juga termasuk keburukan yang bisa menurunkan derajat kita.

Semoga Allah SWT bersedia menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung, yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain (manfa’at lil ummah). Aamiin.

Semoga bermanfaat….
Wallahu A’lam.

Kamis, 23 Februari 2017

BAHAYA CINTA DUNIA

Belajar dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakan masa depan. Orang yang beriman sehat dan benar mampu menjadikan masa lalu sebagai mimpi yang indah dan masa depan dengan penuh harapan.

Kita sering mendengar orang mengatakan bahwa masa lalu membuatnya menderita dan membuatnya kehilangan segala-galanya. Seorang ibu rumah tangga berkata, bahwa perceraian telah membuatnya tidak percaya siapapun dan ia bersumpah tidak akan menikah lagi. Jika kita menemukan fenomena seperti itu sebaiknya kita jawab, hiduplah masa kini, usahakan tampil enjoy agar kita mampu menikmati indahnya kehidupan. Mari kita bangun dan kita rawat hati kita agar menjadi hati yang tetapikhlas dalam meniti kehidupan.

“Amal yang berasal dari hati penuh keikhlasan tak dapat dianggap sedikit, dan amal yang berasal dari hati penuh ketamakan tak dapat dianggap banyak.”

Amal yang dilakukan oleh orang zahid tidak dapat dikatakan sedikit. Mengapa demikian? Jawabannya: karena kemungkinan ikhlasnya sangat besar, tidak didorong oleh kepentingan dunia, ambisi dan semata-mata dilakukan lillahi ta’ala. Sebaliknya, amal yang dilakukan oleh orang-orang yang tamak diantarkan oleh sederet kepentingan dunia dan terbuka peluang beramalkarena didorong atau supaya dipuji oleh sesama makhluk mengalahkan ridha yang Maha Kuasa.

Jika cinta pada dunia berkurang, maka penglihatan batin, kearifan, dan kebijaksanaan akan meningkat. Amal yang bersumber dari hati yang sehat laksana tanaman yang sehat, akan tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, hati yang sakit dan terganggu hanya akan berakibat selalu salah.

Merupakan suatu kekeliruan dan kebodohan paling dalam jika manusia menjadikan harta dan sebagai tujuan hidupnya. Marilah kita merenungkan firman Allah Surah Ali Imran ayat 14, yang artinya:

“Dijadikan indah pula (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Kata zuyyina adalah fi’il madhi (kata kerja lampau) dalam bentuk mabni majhul (bentuk pasif), yang artinya dihiaskan. Arti kata zuyyina dalam permulaan ayat 14 ialah: dihiaskan kepada manusia rasa suka kepada hal-hal yang diinginkan berupa wanita, anak, harta benda yang banyak, berupa emas, perak, kuda yang bagus, binatang ternak serta ladang dan sawah. Pertanyaannya: siapa yang menghiaskan kepada manusia sehingga ia menjadi suka kepada hal-hal tersebut? Dalam hal ini kalangan para ulama memiliki dua pendapat:

Pertama, pendapat bahwa yang menjadikan manusia suka pada wanita dan harta adalah setan. Karena pada akhir ayat tersebut dikatakan bahwa tempat kembali di sisi Allah yang baik adalah surga, yang jauh lebih baik daripada harta dunia.

Kedua, pendapat bahwa yang menjadikan manusia suka pada wanita dan harta adalah Allah, yaitu untuk menguji kemampuan orang-orang mukmin dalam mengendalikan perasaan suka dan cintanya itu agar tetap wajar dan mengikuti ketentuan agama serta aturan-aturan syariat yang benar. Pendapat kedua inilah yang disetujui jumhur ulama.

Sebenarnya, manusia menjadikan harta dan anak sebagai tujuan hidupnya bukanlah suatu hal yang terlarang, karena manusia tidak dapat terhindar dari mencintainya. Namun sedikit sekali orang yang memahami keburukan atau bahayanya, walaupun bukti-bukti cukup jelas, dan banyak yang menunjukkan keburukan dan bahayanya itu. Sesungguhnya Allah menjadikan tabiat manusia cinta pada harta benda dan kesenangan. 

Oleh karena itu, Allah menjadikan harta benda dan kesenangan sebagai sarana menguji keimanan seseorang, apakah dia akan menggunakan semua harta dan kesenangn itu untuk kehidupan duniawi saja atau dia akan menggunakan harta bendanya untukmencapai ridha Allah. Hal ini sesuai dengan Surah al-Kahfi ayat 7, yang artinya:

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa segala yang ada di atas bumi ini diciptakan sebagai perhiasan bagi bumi, baik binatang maupun tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari berbagai jenis di lautan dan di daratan, termasuk barang tambang. Semua itu untuk menguji manusia apakah mereka dapat memahami dengan kal pikirannya bahwa itu semua menunjukkan adanya Sang Pencipta, tentunya untuk senantiasa mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Benda-benda kesenangan manusia secara terperinci adalah sebagai berikut:

1.    Perempuan (istri)
Istri adalah tumpuan cinta dan kasih sayang, jiwa manusia selalu cenderung tertuju pada istri, sebagaimana firman Allah Surah Rum ayat 21, yang artinya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tenteramkepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang.”

Sebagian besar hasil uaha kaum laki-laki yang diperoleh dengan susah payah diperuntukkan bagi anak dan istri. Dalam ayat tersebut, mencintai istri disebutkan terlebih dahulu daripada mencintai anak-anak, walaupun cinta kepda istri itu dapat luntur, sedangkan cinta kepada anak tidak; karena cinta kepada anak jarang sekali berlebih-lebihan seperti halnya mencintai perempuan.

2.    Anak laki-laki atau perempuan
Cinta kepada anak adalah fitrah manusia sama dengan cinta kepada istri karena tujuannya untuk melanjutkan keturunan. Anak, sebenarnya adalah hiasan rumah tangga, penerus keturunan dari generasi ke generasi. Tetapi dia dapat berubah menjadi cobaan. Allah berfirman dalam Surah at-Taghabun ayat 15, yang artinya:

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaab (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.”   
    
3.    Harta kekayaan
Emas dan perak amatlah disenangi, karena keduanya adalah alat penilai harga sesuatu. Orang yang memilikinya sama dengn orang yang memiliki segala sesuatu. Memiliki berarti menguasai. Berkuasa adalah salah satu kesempurnaan yang diinginkan oleh semua manusia. Harta yang melimpah ruah akan akan menggoda hati manusia serta menyibukkan mereka sepanjang hari untuk mengurusnya. Hal ini sudah barang tentu dapat melupakan orang kepada Allah dan kehidupan akhirat. Cinta kepada harta telah menjadi tabiat buruk manusia karena harta adalah alat untuk memenuhi keinginan. Keinginan manusia memang tidak ada batasnya. Raulullah saw bersabda:

“Sekiranya manusia itu mempunyai satu lembah harta, niscaya ia ingin yang kedua (satu lembah lagi). Kalau ia mempunyai dua lembah, niscaya ia ingin yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut Bani Adam kecuali tanah. Dan Allah mengampuniorang-orang yang bertaubat kepadanya.”

4.    Kuda yang dipelihara dipadang rumput
Terutama kuda yang berwarna putih di dahi dan kakinya sehingga tampak sebagai tanda. Bagi masyarakat Arab sampai sekarang kuda yang semacam itu sangat dicintai dan merekaberlomba-lomba untukdapat memilikinya.

5.    Binatang ternak
Seperti sapi, unta, kambing merupakan harta kekayaan yang cukup menarik bagi manusia dan sebagai kebanggaan tersendiri dalam hidup di tengah-tengah masyarakat. Bahkan kebutuhan hidup mereka bergantung dan dipenuhi dari hasil ternak binatang-binatang itu.

6.    Sawah dan ladang
Sawah dan ladang adalah sumber kehidupan manusia dan hewan. Kebutuhan manusia pada sawah dan ladang melebihi kebutuhan mereka kepada harta lainnya, karena sawah dan ladang adalah sumber pemenuhan kebutuhan seseorang, yaitu sebagai sumber pangan yang merupakan kebutuhan primer yang sangat mendasar.

Semoga bermanfaat, aamiin.  

Sabtu, 11 Februari 2017

KENALI DULU LAWAN BICARAMU


Ketika saya sedang iseng-iseng membuka aplikasi play store yang ada di handphone saya, dan saya melihat-lihat aplikasi yang muncul di layar handphone saya. Kemudian saya geser touch screen ke bawah dan di situ muncul aplikasi yang menurut saya cukup menarik, aplikasi itu bernama “999 Kumpulan Cerita Lucu dan Humor”. Lalu aplikasi tersebut saya download dan setelah terpasang saya buka aplikasinya. Tepat di daftar judul yang keenam, judulnya yaitu “Dosen Fisika Koplak Yang Sadis”. Kemudian saya membaca isi cerita dari judul tersebut, dan setelah saya baca ternyata isinya tidak sekoplak judulnya. Menurut saya judul tersebut lebih mengarah kepada pesan moral yang sangat penting. Seperti inilah isi dari judul “Dosen Fisika Koplak Yang Sadis”:

Suatu ketika di salah satu kampus/perguruan tinggi terdapat dua perbincangan antarmahasiswa yang bernama Jono dan Rodhin:

Jono: “Eh lu anak baru ya?”
Rodhin: “Iya..”
Jono: “Hati-hati lu sama dosen Fisika, kalau salah sedikit bias digampar, dan nggak pernah dia kasih nilai A, pelit banget deh pokoknya dia kalau kasih nilai”
Rodhin: “Ooh… gue udah tau”
Jono: “Iya, dosennya udah jelek, gembel gitu mukanya, mana miskin lagi!”
Rodhin: “Ooh… gue udah tau”
Jono: “Pokoknya ntar kalau pulang kita kerjain yuk! Kita siram pake air got, kalau perlu kita gebukin tuh guru jelek! Eh, ngomong-ngomong kok lu dari tadi bilang kalo lu udah tau sih?”
Rodhin: “Gue kan anaknya ….”
Jono: @_@

Nah, itulah isi cerita dari “Dosen Fisika Koplak Yang Sadis”, dari cerita itulah kemudian saya berfikir dan mengambil sisi pesan moral dari cerita tersebut. Jadi, pesan moral yang dapat kita ambil dari percakapan antara Jono dan Rodhin yaitu “kenali dulu lawan bicaramu”. Kenapa mengenal lawan bicara itu sangat penting? Ya, menurut saya memang sangat penting. Kita harus mengenal siapa sebenarnya kerabat kita, teman kita, saudara kita, bahkan seseorang yang baru kita kenal. Kita harus mengenal seseorang tidak hanya sebatas kenal nama dan alamat saja. Tetapi, kita juga harus mengenal lebih detail siapa sebenarnya teman dekat kita. Ketika kita baru mengenal orang jangan hanya menanyakan nama, tapi tanyakan juga siapa dia, siapa saja kerabat dekatnya, dan kalau perlu tanyakan siapa orang tuanya. Mengapa demikian? Ya… supaya tidak akan terjadi cerita Jono dan Rodhin edisi kedua. Hehehe

Sooo, saya berpesan kepada murid saya, mahasiswa saya, kolega saya, saudara saya, dan siapa sajalah pokoknya. Kenalilah seseorang jangan hanya sebatas nama dan alamat saja. Tapi, kenalilah orang-orang yang ada didekat kita, minimal kita tau siapa dia dan siapa orang-orang yang ada didekat mereka.

Pesan khusus buat kolega saya, baik teman dosen maupun guru: kiranya penting kita sampaikan pesan moral seperti ini kepada peserta didik kita. Kita sebagai seorang pendidik sudah selayaknya tidak hanya mengajarkan pendidikan saja kepada peserta didik kita. Sampaikanlah juga dakwah yang bermanfaat bagi kehidupan sosial peserta didik kita. Sampaikan kepada peserta didik kita bahwa mengenal seseorang jangan hanya sebatas nama dan alamat saja. Tetapi, kenalilah secara detail siapa dia dan siapa orang-orang yang berada didekat mereka. Pesan ini perlu saya sampaikan tidak lain dengan tujuan supaya tidak ada lagi Jono-Jono yang lain di luar sana. Hehehe.

Semoga bermanfaat.