Senin, 21 November 2022
DZIKIR, FIKIR, DAN AMAL SHOLEH
Senin, 07 Februari 2022
KESEKIAN KALINYA MENJADI DPL KKN
Kali ini
kami mendapatkan kesempatan lagi dari Kampus tempat bekerja untuk membimbing
mahasiswa dalam suatu kegiatan terkait dengan prosesi akademik yang rutin
dilaksanakan setiap tahunnya. Selaku dosen tetap yang memang bekerja di Kampus
tersebut, tentu saya menyambutnya dengan baik kepercayaan dan amanah yang
diberikan oleh instasi pendidikan tinggi terbesar di Tulungagung ini.
Maka,
setelah mendapat surat tugasnya, bersama mahasiswa dan mahasiswi dipersilakan
untuk mengikuti pembekalan secara daring yang di selenggarakan oleh LP2M. Ya,
tugas yang diberikan adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat melalui
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 1 tahun 2022 yang dilaksanakan selama 1
bulan di daerah yang telah di tunjuk oleh pihak UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Pada kesempatan kali ini kami mendapat tugas membimbing KKN di Desa
Campurdarat, Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung.
Mendapatkan
tugas sebagai pembimbing sebenarnya bukanlah yang pertama kalinya, karena KKN
selalu di laksanakan oleh kampus pada setiap tahunnya, sudah cukup lama selalu
mendapat kepercayaan untuk membimbing mahasiswa. Alhamdulillah kami bersyukur
telah memiliki pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di kampus
ini.
Kami
selaku DPL bersama mahasiswa mengikuti pembekalan dengan baik, keesokan harinya
acara dilanjut dengan pelepasan mahasiswa ke lokasi tempat mereka semua
mengabdi yang di lepas secara resmi dan dipimpin langsung oleh Bapak Rektor dan
unsur pimpinan lainnya. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan baik.
Menjadi
seorang DPL tentu memiliki tugas dan kewajiban. Tugas DPL yaitu membimbing
mahasiswa dalam setiap langkah operasional kegiatan KKN. Tugas tersebut mulai
dari orientasi, memperlancar proses pendekatan sosial ke masyarakat, membangun
timbulnya kreatifitas, menampung permasalahan dan hambatan yang dihadapi,
memantau, mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi kegiatan, membimbing
pembuatan laporan, melakukan penilaian, dan melakukan evaluasi.
Selain
melaksanakan tugas-tugas tersebut, tentunya bersedia menjadi seorang DPL
berarti juga harus siap dengan beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, salah
satunya yaitu menyusun laporan tertulis mengenai kegiatan khusus dan kegiatan
pembimbingan mahasiswa KKN yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran
untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya. Karena kewajiban tersebut merupakan
persyaratan dalam rangka untuk memperoleh hak kita sebagai DPL yang telah
melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.
Sangatlah
besar harapan tersimpan di hati, agar pelaksanaan KKN kali ini dapat berjalan
dengan baik dan lancar, yang tentunya berakhir dengan membuahkan hasil karya,
prestasi, kebermanfaatan dan kenangan yang baik.
Alhamdulillah,
puji serta syukur kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta, karena berkat
dari pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang tidak hanya sekali,
baik masa sebelum pandemi maupun setelah pandemic Covid-19, permasalahan apapun
yang dihadapi seolah terasa ringan, enteng, dan mudah terselesaikannya.
Akhir
dari sebuah cerita kehidupan terungkap kata: “Jika gajah mati meninggalkan
gadingnya, jika harimau mati akan meninggalkan belangnya, kucing meninggalkan
meongnya, sedangkan manusia akhir dari perjalanannya meninggalkan karya,
prestasi, dan amal baiknya.”
Semoga
kita semua senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kelancaran, kesehatan
dan kesuksesan dalam segala aktivitasnya oleh Allah SWT. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.
Rabu, 08 September 2021
AMANAH DAN TANGGUNG JAWAB MENJADI DPL
Suatu hari, kami mendapat tugas dari Kampus
tempat bekerja untuk membimbing mahasiswa dalam suatu kegiatan terkait dengan
prosesi akademik yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selaku dosen tetap
yang memang bekerja di Kampus tersebut, tentu saya menyambutnya dengan baik
kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh instasi pendidikan tinggi terbesar
di Tulungagung ini.
Maka, setelah mendapat surat tugasnya, bersama
mahasiswa dan mahasiswi dipersilakan untuk mengikuti pembekalan secara daring
yang di selenggarakan oleh panitia. Ya, tugas yang diberikan adalah untuk
melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Virtual Dari
Rumah (KKN-VDR) yang dilaksanakan selama 1 bulan di daerah yang telah di tunjuk
oleh pihak UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Mendapatkan tugas sebagai pembimbing sebenarnya
bukanlah yang pertama kalinya, karena KKN selalu di laksanakan oleh kampus pada
setiap tahunnya, sudah cukup lama selalu mendapat kepercayaan untuk membimbing
mahasiswa. Alhamdulillah kami bersyukur telah memiliki pengalaman menjadi Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) di kampus ini.
Kami selaku DPL bersama mahasiswa mengikuti
pembekalan dengan baik, keesokan harinya acara dilanjut dengan pelepasan
mahasiswa ke lokasi tempat mereka semua mengabdi yang di lepas secara resmi dan
dipimpin langsung oleh Bapak Rektor dan unsur pimpinan lainnya. Alhamdulillah semuanya
berjalan dengan lancar dan baik.
Menjadi seorang DPL tentu memiliki tugas dan
kewajiban. Tugas DPL yaitu membimbing mahasiswa dalam setiap langkah
operasional kegiatan KKN. Tugas tersebut mulai dari orientasi, memperlancar
proses pendekatan sosial ke masyarakat, membangun timbulnya kreatifitas,
menampung permasalahan dan hambatan yang dihadapi, memantau, mengendalikan,
mengarahkan dan mengawasi kegiatan, membimbing pembuatan laporan, melakukan
penilaian, dan melakukan evaluasi.
Selain melaiksanakan tugas-tugas tersebut,
tentunya bersedia menjadi seorang DPL berarti juga harus siap dengan beberapa
kewajiban yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu menyusun laporan tertulis
mengenai kegiatan khusus dan kegiatan pembimbingan mahasiswa KKN yang telah
dilakukan dan memberikan saran-saran untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya.
Karena kewajiban tersebut merupakan persyaratan dalam rangka untuk memperoleh
hak kita sebagai DPL yang telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.
Sangatlah besar harapan tersimpan di hati, agar
pelaksanaan KKN berikutnya dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang tentunya
berakhir dengan membuahkan hasil karya, prestasi, kebermanfaatan dan kenangan
yang baik.
Alhamdulillah, puji serta syukur kepada Allah SWT
sang pencipta alam semesta, karena berkat dari pengalaman menjadi Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) yang berkali-kali, baik masa sebelum pandemi maupun
setelah covid-19, permasalahan apapun yang dihadapi seolah terasa ringan,
enteng, dan mudah terselesaikannya.
Akhir dari sebuah cerita kehidupan terungkap kata:
“Jika gajah mati meninggalkan gadingnya, jika harimau mati akan meninggalkan
belangnya, kucing meninggalkan meongnya, sedangkan manusia akhir dari
perjalanannya meninggalkan karya, prestasi, dan amal baiknya.”
Semoga kita semua senantiasa diberikan
perlindungan, keselamatan, kelancaran, sehat dan kesuksesan dalam segala
aktivitasnya oleh Allah SWT. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.
Sabtu, 07 Agustus 2021
CONTOH TEKS MC WALIMATUL 'URSY BASA JAWA
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد
لله عَلَى مَا أَكْمَلْتَ لَنَا مِنْ دِيْنِ الإِسْلاَمِ، نحمده ونستعينه ونستغفره
ونتوب اليه، ونعوذ بالله من سرور أنفسنا
ومن سّيئات أعمالنا، من يهد الله فلا مضلّ
له ومن يضل له فلا هادي
له .أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمّدا عبده ورسوله.
وقال الله تعالى في القران العظيم "أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، ومن أيته
ان خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة و رحمة، إن فى ذلك
لأيت لقوم يتفكرون. فَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ. صدق الله العظيم وصدق رسول الله الكريم .أما بعد…
Dumateng para alim ulama ingkang tansah kawula
ta’ati, dumateng para sesepuh lan pinisepuh ingkang tansah dahat kinabekten, para
penderek pinanganten kakung / putri saking tlatah ………… ugi para tamu undangan kakung
sumawana putri ingkang satuhu dahat kinurmatan.
Minangkani purwokaning atur, kawulo ngajak dumateng
kawulo pribadi, lumeberipun dumateng panjenengan sami, sumonggo kito sesarengan
ngaturaken raos puji tasakur wonten ngarsonipun Alloh SWT kanti Biqaulina
Alhamdulilahirabbil ‘Aalamiin katitik
wonten kalodangan puniko kito saget hanglogar aken penggaleh kempal manunggal
wonten dalem pahargian/pawiwahan meniko, kanti
pengajap soho hamungel raos hangestrani wontenipun adicoro Walimatul ‘Ursy kanti
pinayungan karaharjan mboten wonten alangan
setunggal punopo.
Sholawat sinareng salam mugi tansah kunjuk katur
wonten ngarso dalem junjungan kito nabiyuloh Nabi agung Muhammad SAW, mugi-mugi kito sedoyo kalebet umat ingakang
bade angsal syafa’at ipun wonten yaumil akhir. Aamiin
Dumateng para tamu undangan kakung sumowo putri
ingkang tansah dahat kinurmatan, wonteng ing wismo pawiwahan menika, selaku
pranoto adiccoro wonten ing enjang menika, pramila kawula badhe ngaturaken
menggah ingkang dados rantamaning adicoro ingkang sampun rinacik inggih punika:
1.
Atur pambuka
2.
Waosan ayat2 suci
Al-Quran
3.
Atur pasrah lan panampi
4.
Wedhar sabdo (Mauidhoh Hasanah)
5.
Do’a
Mekaten menggah tata rakiting adicara pawiwahan
ingkang sampun rinakit. Kanthi lilaning penggalih,
sumonggo kulo dereaken adichoro ingkang binukho, kanthi waosan suratul fatihah,
ing panganjad mughiyo lampahing adicara pawiwahan meniko awit purwo dumugining
wusono tansah pinaringan rahayu tebih nir ing sambikolo, ugi pikantuk ridho
saking Allah SWT, lan khususipun dhumateng pinangantin sarimbit mugi2 dipun
dadosaken keluargo ingkang sakinah, mawaddah wa rahmah.
LI RIDLOLLOH WA BISYAFA'ATI ROSULILLAH
WA 'ALA HADZIHIN NIYAH AL-FATIHAH
Dumawah adicara ingkang
angka kalih inggih punika waosan kitab suci al-Qur’an, ingkang badhe kaaturaken
dening panjenenganipun Ust. .............................. Wekdal
kasumanggaaken.
صَدَقَ اللهُ العَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِيْمُ
وَنَحْنُ عَلَى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ
Kanthi waosan kolowau
mughiyo tansah lumeber barokah lan manfaat, khususipun dumateng Qori’, lan
umumipun sumrambah dumateng kawula, dalah panjenengan sami.
Para
rawuh kakung sumawana putri ingkang dahat kinurmatan
Kalajengaken adicara ingkang angka tiga, inggih
punika atur pambagya pasrah pinanganten putra saking panjenenganipun bapak ........................ saking tlatah .................... ingkang sulih saliro, ingkang
piniji wekdal soho panggenan kaaturaken.
Kanthi prastawa cetha wijang wijiling pangendikan
atur pambagya pasrah saking kadang besan, sarono badhe katampi dening keluarga
bapak ....................... ingkang mangku gathi. Anamung kandek wonten
samudyaning jonggo, ing puniko dipun sulih saliro dhumateng panjenenganipun
Bapak ............................., wekdal kasumanggaaken.
Kanthi tatas tetes lan titisipun lampahing
adicoro awit purwo dumughining madyo puniko, mboten ingkang kalempit, adicara
dereng dumawah paripurno, sak lajengipun sumonggo kita midangetaken wedhar
sabda ingkang tumuju kesaenan, (+ saha barokah Do’a) ingkang badhe dipun dawuhaken dening panjenenganipun
al-mukarom ...................................... Wekdal kaaturaken.
Mekaten kala wau kanthi purnaning do’a, adicara pahargyaan pawiwahan walimatul ‘Ursyi wonten ing palenggahan punika sampun
dumugining wusana, mugi2 kitha sedaya tansah pinaringan rahayu, wilujeng,
slamet widada nir ing sambikala, lan khususipun dumateng pinanganten sarimbit
mugi2 kaliyan Allah SWT dipun dadosaken kaluarga ingkang sakinah, mawadddah,
warohmah. Saking kawulo ingkang piniji pambiwara tata adicara, menawi wonten
kekirangan saha kekhilafan ingkang mboten nuju prana mungguhipun sastra, basa tuwin subasita, awit purwa dumugining madya, dalah nyuwun agunging samudra pangaksami.
والسلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
Minggu, 09 Mei 2021
SILATURRAHMI DI TENGAH PANDEMI: MEMENTINGKAN KESELAMATAN, BUKAN MEMENTINGKAN TRADISI
Senin, 12 April 2021
Menjamak Niat Puasa Romadhon Satu Bulan Penuh
Senin, 22 Maret 2021
MENAHAN MARAH (GHODOB)
Salah satu sifat yang dimiliki oleh semua orang ialah marah (ghodob). Sifat marah tersebut harus kita jaga dan kita kendalikan. Selain memiliki aspek positif, marah juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif itulah yang paling dominan.
Marah bisa jadi potensi kreatif seseorang apabila diarahkan menjadi energi yang mendorong kita kepada perilaku-perilaku baik untuk membela kepentingan agama. Sebaliknya, marah juga dapat menjadikan kerusakan, orang Arab menyebutkan:
أَوَّلُ الْغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
“Awal mula marah itu gila, dan akhirnya adalah penyesalan.”
Islam sebagai agama langit yang terakhir, tidak hanya mengatur masalah-masalah yang besar saja, seperti tata negara, kemasyarakatan dan dakwah. Melainkan juga mengatur masalah-masalah kecil, seperti halnya marah. Mulai dari marah yang kelihatannya sebuah perkara kecil, sejatinya besar sekali dampaknya yang bisa mengakibatkan kehancuran. Maka dari itu, termasuk tanda-tanda orang yang bertaqwa yaitu bisa menahan amarah. Sebagaimana Firman Allah SWT:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ. وَاللَّهُ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“... Dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imron: 134)
Rasulullah SAW membagi jenis marah menjadi empat bagian, yaitu:
…أَلاَ وَإِنَّ مِنْهُمُ البَطِيءَ الغَضَبِ سَرِيعَ الفَيْءِ وَمِنْهُمْ
سَرِيعُ الغَضَبِ سَرِيعُ الفَيْءِ فَتِلْكَ بِتِلْكَ أَلاَ وَإِنَّ
مِنْهُمْ سَرِيعَ الغَضَبِ بَطِيءَ الفَيْءِ أَلاَ وَخَيْرُهُمْ بَطِيءُ
الغَضَبِ سَرِيعُ الفَيْءِ أَلاَ وَشَرُّهُمْ سَرِيعُ الغَضَبِ بَطِيءُ
الفَيْءِ…(رواه الترميذي فى السنن(
“Ingatlah, bahwa sebagian anak Adam itu ada yang susah marah namun mudah reda. Sebagian lagi ada yang mudah marah namun mudah pula redanya. Sebagian lagi ada yang mudah marah namun susah redanya. Ingatlah, yang paling baik yaitu susah marah dan cepat redanya. Ingatlah, yang paling buruk yaitu cepat marah dan susah redanya.”
Allah SWT melaknat kepada orang-orang yang tidak bisa mengendalikan amarahnya, sebagaimana Firman Allah SWT:
وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ
الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ
بِذَاتِ الصُّدُورِ
“... Dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, “Matilah kamu karena kemarahanmu itu!” sungguh, Allah Maha mengetahui segala isi hati.” (QS. Ali ‘Imron: 119)
Laknat atau kutukan Allah seperti ini, pernah ditimpa oleh Abu Jahal. Beliau tiba-tiba mati mendadak, setelah mendapat kabar bahwa kafir Quraisy kalah dalam perang Badar. Nabi Yunus AS, juga pernah diuji oleh Allah SWT dimakan ikan paus selama 40 hari. Akibat dari marahnya Nabi Yunus AS sehingga meninggalkan kaumnya.
Maka benar apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بالصُّرَعَةِ.؛إِنَّمَا الشَدِيدُ
الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ ( متفق عليه(
“Orang yang kuat itu bukan yang bisa
membuat lemah orang lain. Tetapi, orang kuat itu ialah orang yang bisa menahan
amarahnya.”
Wallahu A’lam Bisshowab


