Senin, 21 November 2022

DZIKIR, FIKIR, DAN AMAL SHOLEH

Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh bukan hanya sekadar identitas pergerakan. Sisi spiritual dan sosial tak boleh terpisah, bagaikan dua sisi mata uang. Tidak cukup hanya dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah kita beribadah, seperti ritual shalat, tetapi ibadah sosial lainnya wajib dilakukan.

Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini terjadi kerena sebuah sebab-akibat, baik yang terstruktur maupun non struktur, baik yang bersifat rasional atau non-rasional. Inilah kemudian yang disebut Law Of Attraction. 

Namun, untuk menanam nilai-nilai Religiuitas dan Spritualitas kedalam akal-fikiran kita membutuhkan ke-imanan atau keyakinan yang kuat untuk merespon suatu sebab akibat yang diluar nalar akal-fikiran.

Sebagai hamba yang patuh terhadap Tuhan-Nya, tidak ada alasan untuk berpaling dari perintah-Nya. Namun perlu diketahui bahwa untuk bisa berbuat amal sholeh dibutuhkan iman yang kuat sebagai motor untuk menggerakan anggota tubuh supaya beramal sholeh.

Ketika amal perbuatan tanpa didasari iman, maka akan berubah aplikasi, yakni menjadi amal salah. Ingat!, bukan amal sholeh, tapi amal salah. Jadi, pertama kali yang dilakukan oleh seorang hamba untuk bisa melahirkan amal sholeh adalah dengan mengasah iman dan terus memperbaharuinya.

Sebetulnya kalau kita patuh dan menyelami makna dan hakikat Tri Motto PMII yang pertama (Dzikir), kemudian dilanjudkan yang ke dua (Fikir), maka ke-imanan kita ter asah dan meningkat.

Karena itulah, ulama sepakat bahwa iman bisa bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Sedangkan Dzikir dan Fikir merupakan bentuk ibadah atau ketaatan. Bukti kongkrit jika ketaatan menjadikan iman bertambah atau meningkat. Keterangan Sayyidina Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengajak masyarakat untuk taat kepada Allah dengan ajakan untuk menambah iman.
هَلُمُّوا نَزْدَدْ إِيمَانًا

“Mari kesini kalian, kita akan menambah iman.”

Maksudnya adalah melakukan kajian atau ketaatan lainnya. Dari sinilah seorang warga pergerakan di wajibkan agar selalu mengadakan kajian-kajian, terutama materi tentang tri logi PMII dan ke-Aswajaan agar iman meningkat, sehingga ber implikasi kepada lahirnya amal sholeh.

Tapi situasi dan kondisi yang terjadi saat ini adalah keringnya ghiroh para kader untuk melakukan hal itu sudah mulai pudar, lebih-libih jika sudah menjadi pengurus. 

Padahal, sebetulnya jika kita memahami posisi yang di tempati oleh pengurus merupakan post yang paling urgen dan strategis untuk melakukan Kajian-Kajian sehingga menjadikan motivasi tersendiri buat kader dan anggota.

Senin, 07 Februari 2022

KESEKIAN KALINYA MENJADI DPL KKN



Kali ini kami mendapatkan kesempatan lagi dari Kampus tempat bekerja untuk membimbing mahasiswa dalam suatu kegiatan terkait dengan prosesi akademik yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selaku dosen tetap yang memang bekerja di Kampus tersebut, tentu saya menyambutnya dengan baik kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh instasi pendidikan tinggi terbesar di Tulungagung ini.

Maka, setelah mendapat surat tugasnya, bersama mahasiswa dan mahasiswi dipersilakan untuk mengikuti pembekalan secara daring yang di selenggarakan oleh LP2M. Ya, tugas yang diberikan adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 1 tahun 2022 yang dilaksanakan selama 1 bulan di daerah yang telah di tunjuk oleh pihak UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pada kesempatan kali ini kami mendapat tugas membimbing KKN di Desa Campurdarat, Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung.

Mendapatkan tugas sebagai pembimbing sebenarnya bukanlah yang pertama kalinya, karena KKN selalu di laksanakan oleh kampus pada setiap tahunnya, sudah cukup lama selalu mendapat kepercayaan untuk membimbing mahasiswa. Alhamdulillah kami bersyukur telah memiliki pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di kampus ini.

Kami selaku DPL bersama mahasiswa mengikuti pembekalan dengan baik, keesokan harinya acara dilanjut dengan pelepasan mahasiswa ke lokasi tempat mereka semua mengabdi yang di lepas secara resmi dan dipimpin langsung oleh Bapak Rektor dan unsur pimpinan lainnya. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan baik.


Menjadi seorang DPL tentu memiliki tugas dan kewajiban. Tugas DPL yaitu membimbing mahasiswa dalam setiap langkah operasional kegiatan KKN. Tugas tersebut mulai dari orientasi, memperlancar proses pendekatan sosial ke masyarakat, membangun timbulnya kreatifitas, menampung permasalahan dan hambatan yang dihadapi, memantau, mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi kegiatan, membimbing pembuatan laporan, melakukan penilaian, dan melakukan evaluasi.

Selain melaksanakan tugas-tugas tersebut, tentunya bersedia menjadi seorang DPL berarti juga harus siap dengan beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu menyusun laporan tertulis mengenai kegiatan khusus dan kegiatan pembimbingan mahasiswa KKN yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya. Karena kewajiban tersebut merupakan persyaratan dalam rangka untuk memperoleh hak kita sebagai DPL yang telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Sangatlah besar harapan tersimpan di hati, agar pelaksanaan KKN kali ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang tentunya berakhir dengan membuahkan hasil karya, prestasi, kebermanfaatan dan kenangan yang baik.

Alhamdulillah, puji serta syukur kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta, karena berkat dari pengalaman menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang tidak hanya sekali, baik masa sebelum pandemi maupun setelah pandemic Covid-19, permasalahan apapun yang dihadapi seolah terasa ringan, enteng, dan mudah terselesaikannya.


Akhir dari sebuah cerita kehidupan terungkap kata: “Jika gajah mati meninggalkan gadingnya, jika harimau mati akan meninggalkan belangnya, kucing meninggalkan meongnya, sedangkan manusia akhir dari perjalanannya meninggalkan karya, prestasi, dan amal baiknya.”

Semoga kita semua senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kelancaran, kesehatan dan kesuksesan dalam segala aktivitasnya oleh Allah SWT. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.