Jumat, 19 Maret 2021

MAKNA HURUF DALAM KATA ‎"شعبان"


Sya’ban merupakan salah satu bulan yang mulia di dalam Islam. Tentu saja banyak sekali hadist dan dawuh ulama’ yang menyatakan tentang keistimewaan dan fadhilah bulan Sya’ban untuk memperbanyak ibadah. Salah satu hadist yang mungkin sudah umum kita dengar adalah bahwa Rosulullah SAW memperbanyak ibadah puasa di bulan Sya’ban selain di bulan Romadhon, kemudian beliau bersabda :

يرفع الله اعمال العباد كلها في هذا الشهر

“Allah mengangkat amal-amal hamba-Nya di bulan ini (bulan Sya’ban)”


Jika ditinjau dari segi jumlah huruf, maka kata “Sya’ban/شعبان” mengandung lima huruf yaitu syin, ain, ba’, alif, dan nun. Tentu saja setiap huruf-huruf tersebut memiliki makna yang kebanyakan orang belum mengetahui. Selanjutnya, mari kita simak makna dibalik huruf-huruf bulan Sya’ban.

Yahya bin Mu’adz mengatakan bahwa kata “Sya’ban” mengandung lima huruf :

1. Syin memiliki arti الشَّرَفُ والشَّفَاعَةُ (kemuliaan dan pertolongan)
2. Ain memiliki arti العِزَّةُ (kemuliaan)
3. Ba’ memiliki arti البِرُّ (kebaikan)
4. Alif memiliki arti الاُلْفَةُ (persatuan)
5. Nun memiliki arti النُّوْرُ (cahaya)

Mengenai bulan Sya’ban ini seorang ulama berkata bahwa “Bulan itu ada tiga. Pertama Bulan Rajab telah lampau, Rajab telah pergi tidak akan kembali. Kedua Bulan Ramadhan, ia belum datang dan terus kita nanti. Apakah esok kita masih mendapatkan Ramadhan? tidak ada yang tahu. Dan ketiga bulan sya’ban yang ada sekarang ini. Sya’ban sebagai perantara antara Rajab dan Ramadhan maka jagalah keta’atan selama berada di dalamnya (falyaghtanim at-th’at fiha).

Beberapa ulama’ lain juga mengatakan bahwa bulan Rojab adalah bulan untuk mensucikan badan, bulan Sya’ban adalah bulan untuk mensucikan hati, sedangkan bulan Romadhon adalah bulan untuk mensucikan ruh. Jika seseorang sudah mensucikan badan di bulan Rojab dan mensucikan hati di bulan Sya’ban dengan melakukan berbagai macam ibadah, maka ia tentu bisa mensucikan ruh di bulan Romadhon. Namun, jika seseorang tidak menysucikan badan dan hati di bulan Rojab dan Sya’ban, tentu kemungkinan besar ia tidak akan bisa mensucikan ruh di bulan Romadhon.

Selain itu, para hukama’ (orang-orang yang ahli hikmah dan kebijaksanaan) mengatakan bahwa bulan Rojab adalah bulan untuk meminta ampun dari segala dosa-dosa, bulan Sya’ban adalah bulan untuk memperbaiki hati dari segala macam cacat dan maksiat. Lalu, bulan Romadhon adalah bulan untuk menyinari hati, sedangkan malam Lailatul Qodar adalah malam untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Jika kita mengkaji kembali pendapat ulama dan khukama’ di atas, tentu kita akan menemui sebuah kesimpulan bahwa setiap bulan memiliki keistimewaan dan beruntun. Jika salah satu urutan dari bulan sebelumnya tidak dilakukan dengan sempurna, maka kemungkinan buruk seseorang pun tidak akan bisa memperoleh keistimewaan dalam bulan selanjutnya.

Wallahu A'lam Bisshowab

Sumber: Kitab Dzurrotun Nashihin
Bab: Fadhilah Bulan Sya'ban Yang Diagungkan

4 komentar: