Belajar dari masa lalu, hiduplah pada
masa kini, dan rencanakan masa depan. Orang yang beriman sehat dan benar mampu
menjadikan masa lalu sebagai mimpi yang indah dan masa depan dengan penuh
harapan.
Kita sering mendengar orang mengatakan
bahwa masa lalu membuatnya menderita dan membuatnya kehilangan segala-galanya. Seorang
ibu rumah tangga berkata, bahwa perceraian telah membuatnya tidak percaya
siapapun dan ia bersumpah tidak akan menikah lagi. Jika kita menemukan fenomena
seperti itu sebaiknya kita jawab, hiduplah masa kini, usahakan tampil enjoy
agar kita mampu menikmati indahnya kehidupan. Mari kita bangun dan kita rawat
hati kita agar menjadi hati yang tetapikhlas dalam meniti kehidupan.
“Amal yang berasal dari hati penuh keikhlasan
tak dapat dianggap sedikit, dan amal yang berasal dari hati penuh ketamakan tak
dapat dianggap banyak.”
Amal yang dilakukan oleh orang zahid
tidak dapat dikatakan sedikit. Mengapa demikian? Jawabannya: karena
kemungkinan ikhlasnya sangat besar, tidak didorong oleh kepentingan dunia,
ambisi dan semata-mata dilakukan lillahi ta’ala. Sebaliknya, amal yang
dilakukan oleh orang-orang yang tamak diantarkan oleh sederet kepentingan dunia
dan terbuka peluang beramalkarena didorong atau supaya dipuji oleh sesama makhluk
mengalahkan ridha yang Maha Kuasa.
Jika cinta pada
dunia berkurang, maka penglihatan batin, kearifan, dan kebijaksanaan akan
meningkat. Amal yang bersumber dari hati yang sehat laksana tanaman yang sehat,
akan tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, hati yang sakit dan terganggu hanya
akan berakibat selalu salah.
Merupakan suatu
kekeliruan dan kebodohan paling dalam jika manusia menjadikan harta dan sebagai
tujuan hidupnya. Marilah kita merenungkan firman Allah Surah Ali Imran ayat 14,
yang artinya:
“Dijadikan
indah pula (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Kata zuyyina adalah
fi’il madhi (kata kerja lampau) dalam bentuk mabni majhul (bentuk
pasif), yang artinya dihiaskan. Arti kata zuyyina dalam permulaan ayat
14 ialah: dihiaskan kepada manusia rasa suka kepada hal-hal yang diinginkan
berupa wanita, anak, harta benda yang banyak, berupa emas, perak, kuda yang
bagus, binatang ternak serta ladang dan sawah. Pertanyaannya: siapa yang
menghiaskan kepada manusia sehingga ia menjadi suka kepada hal-hal tersebut? Dalam
hal ini kalangan para ulama memiliki dua pendapat:
Pertama, pendapat
bahwa yang menjadikan manusia suka pada wanita dan harta adalah setan. Karena pada
akhir ayat tersebut dikatakan bahwa tempat kembali di sisi Allah yang baik adalah
surga, yang jauh lebih baik daripada harta dunia.
Kedua, pendapat
bahwa yang menjadikan manusia suka pada wanita dan harta adalah Allah, yaitu
untuk menguji kemampuan orang-orang mukmin dalam mengendalikan perasaan suka
dan cintanya itu agar tetap wajar dan mengikuti ketentuan agama serta
aturan-aturan syariat yang benar. Pendapat kedua inilah yang disetujui jumhur
ulama.
Sebenarnya, manusia
menjadikan harta dan anak sebagai tujuan hidupnya bukanlah suatu hal yang
terlarang, karena manusia tidak dapat terhindar dari mencintainya. Namun sedikit
sekali orang yang memahami keburukan atau bahayanya, walaupun bukti-bukti cukup
jelas, dan banyak yang menunjukkan keburukan dan bahayanya itu. Sesungguhnya Allah
menjadikan tabiat manusia cinta pada harta benda dan kesenangan.
Oleh karena
itu, Allah menjadikan harta benda dan kesenangan sebagai sarana menguji
keimanan seseorang, apakah dia akan menggunakan semua harta dan kesenangn itu
untuk kehidupan duniawi saja atau dia akan menggunakan harta bendanya
untukmencapai ridha Allah. Hal ini sesuai dengan Surah al-Kahfi ayat 7, yang
artinya:
“Sesungguhnya
Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami
menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”
Dalam ayat ini, Allah
menerangkan bahwa segala yang ada di atas bumi ini diciptakan sebagai perhiasan
bagi bumi, baik binatang maupun tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari berbagai
jenis di lautan dan di daratan, termasuk barang tambang. Semua itu untuk
menguji manusia apakah mereka dapat memahami dengan kal pikirannya bahwa itu
semua menunjukkan adanya Sang Pencipta, tentunya untuk senantiasa mentaati
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Benda-benda
kesenangan manusia secara terperinci adalah sebagai berikut:
1. Perempuan (istri)
Istri adalah tumpuan cinta dan kasih
sayang, jiwa manusia selalu cenderung tertuju pada istri, sebagaimana firman
Allah Surah Rum ayat 21, yang artinya:
“Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu
sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tenteramkepadanya, dan dijadikan-Nya
di antara kamu rasa kasih dan sayang.”
Sebagian besar hasil uaha kaum
laki-laki yang diperoleh dengan susah payah diperuntukkan bagi anak dan istri. Dalam
ayat tersebut, mencintai istri disebutkan terlebih dahulu daripada mencintai
anak-anak, walaupun cinta kepda istri itu dapat luntur, sedangkan cinta kepada
anak tidak; karena cinta kepada anak jarang sekali berlebih-lebihan seperti
halnya mencintai perempuan.
2. Anak laki-laki atau perempuan
Cinta kepada anak adalah fitrah
manusia sama dengan cinta kepada istri karena tujuannya untuk melanjutkan
keturunan. Anak, sebenarnya adalah hiasan rumah tangga, penerus keturunan dari
generasi ke generasi. Tetapi dia dapat berubah menjadi cobaan. Allah berfirman
dalam Surah at-Taghabun ayat 15, yang artinya:
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu
hanyalah cobaab (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.”
3. Harta kekayaan
Emas dan perak amatlah disenangi,
karena keduanya adalah alat penilai harga sesuatu. Orang yang memilikinya sama
dengn orang yang memiliki segala sesuatu. Memiliki berarti menguasai. Berkuasa adalah
salah satu kesempurnaan yang diinginkan oleh semua manusia. Harta yang melimpah
ruah akan akan menggoda hati manusia serta menyibukkan mereka sepanjang hari
untuk mengurusnya. Hal ini sudah barang tentu dapat melupakan orang kepada
Allah dan kehidupan akhirat. Cinta kepada harta telah menjadi tabiat buruk
manusia karena harta adalah alat untuk memenuhi keinginan. Keinginan manusia
memang tidak ada batasnya. Raulullah saw bersabda:
“Sekiranya manusia itu mempunyai
satu lembah harta, niscaya ia ingin yang kedua (satu lembah lagi). Kalau ia
mempunyai dua lembah, niscaya ia ingin yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi
perut Bani Adam kecuali tanah. Dan Allah mengampuniorang-orang yang bertaubat
kepadanya.”
4. Kuda yang dipelihara dipadang rumput
Terutama kuda yang berwarna putih di
dahi dan kakinya sehingga tampak sebagai tanda. Bagi masyarakat Arab sampai
sekarang kuda yang semacam itu sangat dicintai dan merekaberlomba-lomba
untukdapat memilikinya.
5. Binatang ternak
Seperti sapi, unta, kambing
merupakan harta kekayaan yang cukup menarik bagi manusia dan sebagai kebanggaan
tersendiri dalam hidup di tengah-tengah masyarakat. Bahkan kebutuhan hidup
mereka bergantung dan dipenuhi dari hasil ternak binatang-binatang itu.
6. Sawah dan ladang
Sawah dan ladang adalah sumber
kehidupan manusia dan hewan. Kebutuhan manusia pada sawah dan ladang melebihi
kebutuhan mereka kepada harta lainnya, karena sawah dan ladang adalah sumber
pemenuhan kebutuhan seseorang, yaitu sebagai sumber pangan yang merupakan
kebutuhan primer yang sangat mendasar.
Semoga bermanfaat,
aamiin.
bagus, sedikit kritik : pilihan warna Font kurang kontras http://mafrhasyim.blogspot.com
BalasHapusMatur suwun pak dokter, sudah saya edit
Hapus