Ketika saya sedang iseng-iseng membuka aplikasi play store yang ada
di handphone saya, dan saya melihat-lihat aplikasi yang muncul di layar
handphone saya. Kemudian saya geser touch screen ke bawah dan di situ
muncul aplikasi yang menurut saya cukup menarik, aplikasi itu bernama “999 Kumpulan Cerita Lucu dan Humor”. Lalu aplikasi
tersebut saya download dan setelah terpasang saya buka aplikasinya. Tepat di
daftar judul yang keenam, judulnya yaitu “Dosen Fisika Koplak Yang
Sadis”. Kemudian saya membaca isi cerita dari judul tersebut,
dan setelah saya baca ternyata isinya tidak sekoplak judulnya. Menurut saya
judul tersebut lebih mengarah kepada pesan moral yang sangat penting. Seperti inilah
isi dari judul “Dosen Fisika Koplak Yang Sadis”:
Suatu ketika di salah satu kampus/perguruan tinggi
terdapat dua perbincangan antarmahasiswa yang
bernama Jono dan Rodhin:
Jono: “Eh lu anak baru ya?”
Rodhin: “Iya..”
Jono: “Hati-hati lu sama dosen Fisika, kalau
salah sedikit bias digampar, dan nggak pernah dia kasih nilai A, pelit banget deh pokoknya
dia kalau kasih nilai”
Rodhin: “Ooh… gue udah tau”
Jono: “Iya, dosennya udah jelek,
gembel gitu mukanya, mana miskin lagi!”
Rodhin: “Ooh… gue udah tau”
Jono: “Pokoknya ntar kalau pulang kita kerjain yuk! Kita siram pake
air got, kalau perlu kita gebukin tuh guru jelek! Eh, ngomong-ngomong kok lu
dari tadi bilang kalo lu udah tau sih?”
Rodhin: “Gue kan anaknya ….”
Jono: @_@
Nah, itulah isi cerita dari “Dosen Fisika Koplak Yang
Sadis”, dari cerita itulah kemudian saya berfikir dan mengambil sisi pesan
moral dari cerita tersebut. Jadi, pesan moral yang dapat kita ambil dari percakapan
antara Jono dan Rodhin yaitu “kenali dulu lawan bicaramu”. Kenapa
mengenal lawan bicara itu sangat penting? Ya,
menurut saya memang sangat penting. Kita harus mengenal siapa sebenarnya
kerabat kita, teman kita, saudara kita, bahkan seseorang yang baru kita kenal. Kita
harus mengenal seseorang tidak hanya sebatas kenal nama dan alamat saja. Tetapi,
kita juga harus mengenal lebih detail siapa sebenarnya teman dekat kita. Ketika
kita baru mengenal orang jangan hanya menanyakan nama, tapi tanyakan juga siapa
dia, siapa saja kerabat dekatnya, dan kalau perlu tanyakan siapa orang tuanya. Mengapa
demikian? Ya… supaya tidak akan terjadi cerita Jono dan Rodhin
edisi kedua. Hehehe
Sooo, saya berpesan kepada murid saya, mahasiswa saya, kolega saya,
saudara saya, dan siapa sajalah pokoknya. Kenalilah seseorang jangan hanya
sebatas nama dan alamat saja. Tapi, kenalilah orang-orang yang ada didekat kita,
minimal kita tau siapa dia dan siapa orang-orang yang ada didekat mereka.
Pesan khusus buat kolega saya, baik teman dosen maupun guru: kiranya
penting kita sampaikan pesan moral seperti ini kepada peserta didik kita. Kita sebagai seorang pendidik sudah selayaknya tidak
hanya mengajarkan pendidikan saja kepada peserta didik kita. Sampaikanlah juga dakwah yang bermanfaat bagi kehidupan
sosial peserta didik kita. Sampaikan kepada
peserta didik kita bahwa mengenal seseorang jangan hanya sebatas nama dan
alamat saja. Tetapi, kenalilah secara detail siapa dia dan siapa orang-orang yang berada
didekat mereka. Pesan ini perlu saya sampaikan tidak lain dengan tujuan supaya
tidak ada lagi Jono-Jono yang lain di luar sana. Hehehe.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar