Kamis, 02 Februari 2017

CERITA DI BALIK MENGAPA: DHOROBA ZAIDUN 'AMRON?

Sebagai santri pesantren salaf bahkan alumni pesantren salaf ataupun madrasah diniyah kita pasti tidak asing dengan nama Zaid dan Umar. Mengapa dalam kitab-kitab alat khususnya dalam ilmu nahwu baik Jurumiyah, 'Imrithy, Al-fiyah, dan lain-lain yang jadi selebritis dan selalu dijadikan contoh itu Ki Zaid, Ki Umar, Utsman, Ali, Bakar, Kholid, dan Hindun? Apakah ada rahasia dibalik semua itu? Sebagai contoh kalimat yang sering kita jumpai dalam kitab nahwu yaitu "Dhoroba Zaidun 'Amron" (Zaid memukul Umar), kenapa kok tidak memakai contoh "Dhoroba Fikriyun kalbun" (Fikri memukul anjing), janganlah nanti yang punya anjing marah, hehehe. Atau mungkin pada waktu itu belum ada nama Fikri, aaaahh... itu mah gak penting.

Selain itu kenapa sih nama 'Amrun harus ada waw di depan huruf ro nya? Kalian bingung kan gimana ceritanya? Saya aja juga bingung. hehe. Nah sekarang jangan bingung, karena ane bakal bercerita, lengkap dengan nash yang ada dalam kitab nya. Cerita ini diambil dari kitab :

النظرات للشيخ مصطفى لطفي بن محمد لطفي المنفلوطي المتوفى ١٣٤٣ هجرية بمصر

Dalam jilid 1 halaman 307 di ceritakan :

أراد داود باشا أحد الوزراء السالفين في الدولة العثمانية أن يتعلم اللغة العربية فأحضر أحد علماءها

سأل شيخه يوما ما الذي جناه عمرو من الذنوب حتى استحق أن يضربه زيد كل يوم ويقتله تقتيلا ويبرح به هذا التبريح المؤلم

وهل بلغ عمرو من الذل والعجز منزلة من يضعف عن الانتقام لنفسه وضرب ضاربه ضربة تقضى عليه القضاء الأخير

سأل شيخه هذا السؤال وهو يتحرق غيظا وحنقا ويضرب الأرض بقدميه

فأجابه الشيخ : ليس هناك ضارب ولا مضروب

وإنما هي أمثلة يأتي بها النحاة لتقريب القواعد من أذهان المتعلمين

فلم يعجبه هذا الجواب

فغضب عليه وأمر بسجنه

ثم أرسل إلى نحوي آخر فسأله كما سأل الأول فأجابه بنحو جوابه فسجنه كذالك

ثم مازال يأتي بهم واحدا بعد واحد حتى امتلأت السجون وأفقرت المدارس

وأصبحت هذه القضية المشئومة الشغل الشاغل له عن جميع قضايا الدولة ومصالحها

ثم بدا له أن يستوفد علماء بغداد فأمر بإحضارهم فحضروا وقد علموا قبل الوصول إليه ماذا يراد بهم

وكان رئيس هؤلاء العلماء بمكانة من الفضل والحذق والبصر بموارد الأمور ومصادرها

فلما اجتمعوا في حضرة الوزير أعاد عليهم السؤال بعينه

فقال داود الوزير ما هي جنايته

فقال له إنه هجم على اسم مولانا الوزير واغتصب منه الواو فسلط النحويون عليه زيدا يضربه كل يوم جزاء وقاحته وفضوله

يشير إلى زيادة واو عمرو وإسقاط الواو الثانية من داود في الرسم

فأعجب الوزير بهذا الجواب كل الإعجاب

وقال لرئيس العلماء :أنت أعلم من أقلته الغبراء وأظلته الخضراء فاقترح علي ما تشاء

فلم يقترح عليه سوى إطلاق سبيل العلماء المسجونين

فأمر بإطلاقهم وأنعم عليهم وعلى علماء بغداد بالجوائز والصلات

Di ceritakan: Ada seorang gubernur dari Daulah Utsmaniyah yang bernama Daud Basya, dia ingin belajar bahasa Arab. Kemudian dia menghadirkan salah seorang ulama dari ulama-ulama di negrinya. Suatu hari dia bertanya kepada gurunya, "apa kesalahan si 'Amrun sampai-sampai si Zaid memukul nya tiap hari?". "Apakah 'Amrun punya kedudukan lebih rendah dari Zaid sehingga Zaid bebas memukulnya, menyiksanya dan 'Amrun tidak bisa membela dirinya?". Si gubernur menanyakan ini sambil menghentakkan kakinya ke tanah disertai dengan marah-marah. Kemudian gurunya menjawab: "tidak ada yang di pukul, tidak ada yang memukul wahai gubernur, ini cuma sebagai contoh saja yang di buat oleh ulama nahwu supaya memudahkan untuk belajar ilmu lughah itu".

Kemudian jawaban ini tidak memuaskan si gubernur tadi, dan ia marah lalu ia penjarakan gurunya tadi. Kemudian ia menyuruh orang mencari ulama nahwu yang lain, kemudian ia tanya kepada mereka seperti pertanyaan itu, dan mereka menjawab dengan jawaban seperti ulama yang pertama tadi. Kemudian mereka juga dipenjarakan oleh si gubernur, satu per satu ulama negri itu tidak bisa memuaskan gubernur dengan jawabannya. Akhirnya, penuh lah penjara dan sunyi lah madrasah-madrasah dari guru-guru pengajar, dikarenakan ulamanya semua terpenjara. Kejadian ini menjadi pembahasan dimana-mana dan bgaimana mencari jalan keluarnya. Kemudian si gubernur menyuruh utusannya untuk menjemput para ulama-ulama ahli bahasa di Bagdad lalu di hadirkan di hadapannya.

Akhirnya, pimpinan ulama yang paling alim dari para ulama Bagdad ini berani maju menjawab pertanyaan gubernur tadi. Maka gubernur Daud bertanya: Apa kesalahan 'Amrun sehingga selalu di pukuli oleh Zaid? Maka ulama tadi menjawab: Kesalahan 'Amrun adalah karena ia telah mencuri huruf waw yang seharusnya itu milik anda wahai gubernur. Sambil ulama tadi mengisyaratkan adanya huruf waw di kalimat 'Amrun setelah ro (عمرون), dan huruf waw yang saharusnya ada dua di kalimat daud (دوود) ternyata cuma ada satu (دود). Maka para ulama nahwu menguasakan si Zaid untuk slalu memukul 'Amrun, sebagai hukuman atas perbuatannya itu. Maka sangat puaslah gubernur dengan jawaban ulama ini, dan gubernur memuji ulama tadi. Kemudian gubernur menawarkan hadiah, "apa saja yang kamu kehendaki silahkan sebutkan", kata si gubernur. Lalu ulama tadi menjawab: Aku cuma minta agar para ulama yang anda penjarakan di bebaskan semuanya. Maka gubernur mengabulkan nya, dan akhirnya para ulama itu bebas semuanya dari penjara dan ulama-ulama dari bagdad tadi di beri hadiah sekaligus diberi uang transport dan diantar kembali ke negri mereka.

Naaah... begitulah ceritanya, kenapa Zaid selalu memukuli 'Amrun. Sekarang tidak usah bingung yaaa!!! Hehe.

Semoga bermanfaat
Wallahu 'allam.

1 komentar:

  1. شكرا و جزاك الله خيرا


    Mohon maaf idzin bertanya, kalau Hindun itu asal usulnya seperti apa yah? Kan sama-sama artis nahwu. Hehe

    BalasHapus