Sayyidina
Ali Karomallohu Wajhah pernah berkata:
عَنْ عَلِيّ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لَوْلَا خَمْسَ خِصَالٍ لَصَارَ النَّاسُ كُلُّهُمْ
صَالِحِيْنَ اَوَّلُهَا اَلْقَنَاعَة ُبِالجَهْلِ وَالْحِرْصُ عَلَى الدُّنْيَا
وَالشُّحُّ بِالْفَضْلِ وَالرِّياَ فِى الْعَمَلِ وَالْإعْجَابُ بِالرّأيِ
"Seandainya
tidak ada lima perkara di dunia ini, maka manusia akan sholeh semuanya".
Demikian
menurut pendapat Sayyidina Ali mengenai lima perkara yang dapat merusak tatanan
masyarakat muslim, yang dapat mengakibatkan terjebaknya umat manusia di dalam
kenistaan.
Lima
perkara tersebut di antaranya yaitu:
1.
Merasa senang dengan kebodohan, maksudnya masa bodoh dalam masalah keagamaan.
Tidak mau berusaha mencari ilmu agama, sibuk bisnis dan macam-macam pekerjaan
demi mencapai cita-citanya.
2.
Merasa senang dengan gemerlapnya dunia.
3.
Bakhil atas harta yang dimiliki. Sifat tama' dan bakhil itu adalah dua sifat
yang tidak dapat terpisahkan (satu paket), sebab orang yang mempunyai sifat
tama' pasti diikuti watak bakhil. Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah menyinggung
masalah tama' dan bakhil yang bisa membuat gelisah lahir dan batin.
الزّهْدُ فِى
الدُّنْيَا يُرِيْحُ الْقَلْبَ وَالبَدَنَ وَالرُّغْبَةُ فِيْهَا تُتْعِبُ
اْلقَلبَ وَاْلبَدَنَ (رواه الطبرانى).
Zuhud
(meninggalkan keduniawian) itu menyenangkan hati dan badan, sedangkan cinta dunia
membuat payah hati dan badan.
4.
Riya' atau pamer di dalam melakukan suatu amal perbuatan, dan mengharapkan
pujian dari orang lain. Rasulullah SAW menegaskan bahwa riya' itu termasuk
dalam kategori syirik kecil. Sebab wujud
riya' yang tidak kelihatan, sifat tersebut ada di dalam hati. Para ulama' salaf
mengibaratkan sifat riya itu seperti semut hitam yang berjalan di atas batu
hitam pada waktu malam hari. Saking halusnya sifat riya' kita seringkali lena
dan terjangkit penyakit tersebut.
5.
Senang mengunggulkan diri sendiri (ujub). Yaitu merasa dirinya paling sempurna
ketimbang orang lain. Sifat ujub dapat mengakibatkan kesombongan.
Demikianlah
lima perkara yang dapat menghalangi manusia untuk menjadi orang yang sholeh
menurut Sayyidina Ali Karomallohu Wajhah.
Semoga
kita dapat mengambil hikmah untuk bahan renungan yang mendalam, untuk kita
semua. Aamiin.
Semoga
bermanfaat....
Wallahu
A'lam Bisshowab.

Smg Allah Swt senantiasa melindungi kita dan memberi petunjuk ke jln yg lurus dan benar. Aamiin..
BalasHapusAamiin
Hapus