Rabu, 01 Juli 2020

JANGAN JADI KOLEKTOR ILMU!


Mari kita perhatikan pesan Rasulullah SAW tentang berilmu dan beramal ini. Dari Al-Khotib Al-Baghdadi: “Sesungguhnya ilmu adalah pohon, sedangkan amal adalah buahnya. Orang yang tidak mengamalkan ilmunya tidaklah dianggap sebagai orang yang berilmu.”
Abu Hurairah Radhiyallahuanhu berkata: “Perumpamaan ilmu yg tidak diamalkan bagaikan harta simpanan yang tidak diinfakkan darinya di jalan Allah ‘Azza wa Jalla.” (Lihat Iqtidho’ Al-‘Ilmi Al-‘Amal, karya Al-Khothib Al-Baghdadi, hlm. 24).
Dari Abu Barzah Al-Islami, Rasulullah SAW bersabda: “Telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ia ditanya tentang empat hal: (Salah satunya adalah) tentang ilmunya, apa yang sudah diamalkan dari ilmunya tersebut?”
Wah, ngeri juga haditsnya. Kira-kira apa yang akan kita jawab saat ditanya seperti itu di hari kiamat nanti? Ah, mendadak ngeri sendiri. Secara, ilmu yang saya bagikan belum seberapa, belum lagi dikurangi dengan rasa sombong. Misalnya, sudah merasa bisa nulis, merasa sudah banyak berbagi, merasa banyak yang terinspirasi dari tulisan, merasa tulisannya adalah yang terbaik.
Padahal dari semua yang dibagikan, berapa banyak yang sudah diamalkan, dan berkesinambungan? Tambah malu rasanya sama diri sendiri. Mohon maaf ya kalau ada yang kurang berkenan dan merasa tersingung. Hehe.
Lalu pertanyaannya, mengapa harus beramal setelah berilmu? Memang wajib ya mengamalkan ilmu? Jawaban dari pertanyaan di atas serupa dengan mengapa kita harus bekerja setelah lulus kuliah? Apakah itu sebuah kewajiban? Kalau boleh dilogikakan seperti ini:
-Kuliah jurusan pendidikan, setelah lulus ya sebisa mungkin dipraktikkan. Harus bisa mengajar dan lain sebagainya.
-Kuliah jurusan akuntansi, setelah lulus ilmunya dipakai buat bisnis atau perusahan yang membutuhkan jasa akuntansi.
-Kuliah pertanian, setelah lulus ya dipraktikkan, bagaimana supaya pertanian kita tambah sukses dan sejahtera.

“Apakah mutlak harus gitu?” Lha iya, kalau dari awal sudah bisa menentukan fokus arahnya akan ke mana, nggak perlu banyak ngabisin waktu buat nyari-nyari ilmu baru yang nggak banyak dipakai di hidup kita. Simpelnya gini:
-Dapat ilmu nulis, langsung praktik.
-Dapat ilmu bisnis, langsung praktik.
-Dapat ilmu jualan, langsung praktik.

Ini yang sering ditekankan oleh para pebisnis sukses. Ketika mereka dapat ilmu mengenai masalah jualan, langsung praktik. Terbukti ada seorang reseller yang omsetnya bisa tembus sampai puluhan juta. Orang-orang yang berilmu lalu mengamalkan ilmunya, nah ini orang yang ajib. Jangan sampai dibilang kolektor ilmu. Hehehe.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَعُ
“Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', amal yang tidak diangkat (diterima), dan do'a yang tidak didengar.”

Semoga bermanfaat.... 
Wallahu A'lam Bisshowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar