Mari kita perhatikan pesan
Rasulullah SAW tentang berilmu dan beramal ini. Dari Al-Khotib Al-Baghdadi: “Sesungguhnya
ilmu adalah pohon, sedangkan amal adalah buahnya. Orang yang tidak mengamalkan
ilmunya tidaklah dianggap sebagai orang yang berilmu.”
Abu Hurairah Radhiyallahuanhu
berkata: “Perumpamaan ilmu yg tidak diamalkan bagaikan harta simpanan yang
tidak diinfakkan darinya di jalan Allah ‘Azza wa Jalla.” (Lihat Iqtidho’
Al-‘Ilmi Al-‘Amal, karya Al-Khothib Al-Baghdadi, hlm. 24).
Dari Abu Barzah Al-Islami,
Rasulullah SAW bersabda: “Telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada
hari kiamat kelak hingga ia ditanya tentang empat hal: (Salah satunya adalah)
tentang ilmunya, apa yang sudah diamalkan dari ilmunya tersebut?”
Wah, ngeri juga haditsnya.
Kira-kira apa yang akan kita jawab saat ditanya seperti itu di hari kiamat
nanti? Ah, mendadak ngeri sendiri. Secara, ilmu yang saya bagikan belum
seberapa, belum lagi dikurangi dengan rasa sombong. Misalnya, sudah merasa bisa
nulis, merasa sudah banyak berbagi, merasa banyak yang terinspirasi dari
tulisan, merasa tulisannya adalah yang terbaik.
Padahal dari semua yang
dibagikan, berapa banyak yang sudah diamalkan, dan berkesinambungan? Tambah
malu rasanya sama diri sendiri. Mohon maaf ya kalau ada yang kurang berkenan
dan merasa tersingung. Hehe.
Lalu pertanyaannya, mengapa
harus beramal setelah berilmu? Memang wajib ya mengamalkan ilmu? Jawaban dari
pertanyaan di atas serupa dengan mengapa kita harus bekerja setelah lulus
kuliah? Apakah itu sebuah kewajiban? Kalau boleh dilogikakan seperti ini:
-Kuliah jurusan pendidikan, setelah lulus ya
sebisa mungkin dipraktikkan. Harus bisa mengajar dan lain sebagainya.
-Kuliah jurusan akuntansi, setelah lulus ilmunya
dipakai buat bisnis atau perusahan yang membutuhkan jasa akuntansi.
-Kuliah pertanian, setelah lulus ya dipraktikkan,
bagaimana supaya pertanian kita tambah sukses dan sejahtera.
“Apakah mutlak harus gitu?” Lha
iya, kalau dari awal sudah bisa menentukan fokus arahnya akan ke mana, nggak
perlu banyak ngabisin waktu buat nyari-nyari ilmu baru yang nggak banyak
dipakai di hidup kita. Simpelnya gini:
-Dapat ilmu nulis, langsung praktik.
-Dapat ilmu bisnis, langsung praktik.
-Dapat ilmu jualan, langsung praktik.
Ini yang sering ditekankan oleh
para pebisnis sukses. Ketika mereka dapat ilmu mengenai masalah jualan,
langsung praktik. Terbukti ada seorang reseller yang omsetnya bisa tembus
sampai puluhan juta. Orang-orang yang berilmu lalu mengamalkan ilmunya, nah ini
orang yang ajib. Jangan sampai dibilang kolektor ilmu. Hehehe.
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا
يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَعُ
“Ya
Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu',
amal yang tidak diangkat (diterima), dan do'a yang tidak didengar.”
Semoga bermanfaat....
Wallahu A'lam Bisshowab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar