Ada salah satu Ustadz terkenal,
sebut saja UAH, beliau pernah mengatakan "Kalau anda tidak mampu berlomba
dengan orang saleh untuk kebaikan, maka berlombalah dengan para pendosa untuk
beristighfar."
Apa yang dibilang oleh ustadz ini
cuma ada dua pilihan, yaitu berlomba dengan orang-orang baik, atau berlomba
dengan orang-orang yang penuh dengan dosa. Ingin rasanya semua waktu untuk
beribadah. Ingin rasanya setiap langkah adalah catatan amal baik. Ingin rasanya
setiap lirikan mata adalah do'a untuk mata. Setiap gerakan tangan adalah dzikir
untuk akhirat. Setiap detakan jantung adalah detakan menyebut asma-Nya.
Namun, sering sekali kita terjangkit penyakit
"Sok iya".
-Sok iya, setiap kali kita bicara "nulislah
untuk kebaikan," tetapi hati merasa jumawa karena kesombongan.
-Sok iya, tombol-tombol keybord yang kita tekan,
berasa untuk pesan mendatang, padahal hanya untuk narsis-narsisan, ini lho saya
penulis, padahal penulis karbitan.
-Sok iya, ide-ide yang kita punya adalah ide yang
berasal dari kita, padahal ide itu datang dari-Nya.
Mari kita kembalikan ke hati
yang terdalam. Tanyakan pada diri kita sendiri ketika ingin melakukan sesuatu.
Cari hal yang paling membuat kita menjadi lebih ingat dengan kampung akhirat.
-Nulislah karena kita tahu kita bodoh
-Belajarlah karena kita tahu ini perintah-Nya.
-Bekerjalah karena kita tahu apa yang kita
kerjakan adalah ibadah dan untuk memenuhi kebutuhan.
-Berbisnislah, karena kita tahu dengan berbisnis
Allah ingin kita banyak berbuat kebaikan.
-Menjadi ibu rumah tangga yang baiklah, karena ia
akan membawa ke surga.
Lakukanlah hal-hal baik karena
kita hanya ingin Allah SWT ridho dengan hidup kita. Kalau Allah SWT sudah
ridho, semoga pahalanya adalah surga di dunia dan suga di akhirat. Āmīn yā
Rabbal 'Alāmīn.
Semoga bermanfaat....
Wallahu A'lam Bisshowab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar